Senin, Mei 4, 2026

BerandaNTBKOTA MATARAMCiptakan Ekonomi Berbasis Wisata Sungai

Ciptakan Ekonomi Berbasis Wisata Sungai

PEMERINTAH Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, mengungkapkan bahwa pengembangan Daerah Aliran Sungai (DAS) Jangkuk kini diarahkan menjadi pembangkit ekonomi lokal berbasis sungai melalui strategi Waterfront Economic Frontier.

Konsep ini tidak hanya menonjolkan keindahan alam, tetapi juga mengintegrasikan ruang hidup, aktivitas ekonomi, dan sektor pariwisata secara terpadu. Kelurahan Karang Baru menjadi salah satu titik sentral dalam rencana tersebut.

Lurah Karang Baru, Bilyadi Idul Islam, mengatakan penataan DAS Jangkuk di wilayahnya mulai menunjukkan progres meski dilakukan secara bertahap.

“Terkait penataan DAS Jangkuk di Kelurahan Karang Baru memang sudah berjalan, tetapi secara bertahap. Saat ini masih tahap pembuatan batu beronjong dan pembebasan jalan di pinggir kali,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Ia menjelaskan, sebagai bagian dari Zona Tengah dalam konsep Green–Blue Corridor, Karang Baru memiliki posisi strategis. Dari sembilan lingkungan yang ada, empat di antaranya bersentuhan langsung dengan aliran DAS Jangkuk.

Kondisi tersebut menjadikan Karang Baru sebagai kandidat utama pusat aktivitas wisata air sekaligus pemberdayaan ekonomi kreatif di Kota Mataram.

Bilyadi menambahkan, meskipun anggaran berada di bawah kendali dinas terkait, pihak kelurahan terus mengawal agar pembangunan tetap mengedepankan aspek fungsional bagi masyarakat sekitar.

Transformasi kawasan ini direncanakan mencakup pembangunan deck wisata, dermaga kecil, hingga penataan jalur pedestrian yang aman dan terintegrasi.

Selain pembangunan fisik, keberhasilan proyek ini juga sangat bergantung pada peran aktif masyarakat lokal. Rencana penyediaan kawasan kuliner dan kios UMKM diharapkan mampu menyerap potensi ekonomi dari arus wisatawan arung jeram yang melintasi wilayah tersebut.

Bilyadi menilai, selama aspek kelestarian lingkungan tetap terjaga, konsep ini berpotensi menjadi solusi jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat bantaran sungai.

“Sepanjang dari sisi lingkungan terpenuhi dan pemberdayaan masyarakat bisa berjalan, saya rasa ini sangat memungkinkan,” ujarnya.

Pada akhirnya, revitalisasi vegetasi tropis di sempadan sungai serta penguatan fasilitas wisata air berkelanjutan diharapkan mampu mengembalikan fungsi sungai sebagai urat nadi kehidupan.

Diperlukan kolaborasi solid antara pemerintah kota dan masyarakat agar visi menjadikan sungai sebagai beranda depan kota dapat terwujud.

Bilyadi menilai, esensi dari seluruh penataan ini adalah dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kunci dari penataan DAS Jangkuk adalah penguatan ekonomi masyarakat. Sungai harus kembali menjadi sumber kehidupan, bukan sekadar saluran air,” pungkasnya. (pan)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO