Kota Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kota Bima mulai mendorong optimalisasi pendapatan dari pajak dan retribusi. Hal ini dampak dari merosotnya dana transfer dari pemerintah pusat yang berdampak pada kemampuan fiskal daerah.
Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin meminta dukungan pelaku usaha melalui peningkatan kepatuhan pajak dan retribusi, untuk menopang pembangunan daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Pemerintah Kota Bima mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelaku usaha yang terus berkontribusi dan menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah. Di tengah kondisi efisiensi anggaran saat ini, sektor usaha khususnya pajak barang dan jasa seperti perhotelan turut membantu pemasukan daerah,” ujarnya, Rabu (13/5).
Ia mengatakan, pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan besar akibat menurunnya dana transfer pusat secara signifikan. Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan pembelanjaan daerah dan pelaksanaan sejumlah program pembangunan.
Karena itu, Pemkot Bima mulai mendorong penguatan sumber pendapatan asli daerah (PAD), terutama dari sektor pajak dan jasa usaha. Seperti pajak hotel, restoran, parkir, dan pajak kendaraan dinilai menjadi sektor potensial untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik.
“Melalui pajak parkir, pajak kendaraan, pajak hotel, dan restoran, kami berharap dapat membantu pemerintah dalam membangun daerah serta menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi tekanan fiskal saat ini. Dukungan dunia usaha dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mempertahankan kapasitas pembangunan di Kota Bima.
Selain mendorong optimalisasi pajak daerah, Wali Kota juga meminta pelaku usaha mendukung program Kota Bima BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Asri). Dukungan tersebut, diharapkan diwujudkan melalui pengelolaan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan usaha masing-masing.
Ia menegaskan kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama, termasuk pelaku usaha yang beroperasi di kawasan perkotaan. Penataan lingkungan usaha dinilai berpengaruh terhadap kenyamanan masyarakat dan wajah Kota Bima.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kami menyampaikan terima kasih atas kontribusi para pelaku usaha dalam mendukung pembangunan di Kota Bima,” ujarnya.
Pemkot berharap sinergi dengan dunia usaha dapat memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah keterbatasan anggaran dan meningkatnya kebutuhan pembangunan perkotaan. (hir)

