BerandaHEADLINEButuh Rp400 Juta Renovasi SMAN 7 Mataram

Butuh Rp400 Juta Renovasi SMAN 7 Mataram

 

Mataram (Suara NTB) – Renovasi dua ruang kelas belajar di SMAN 7 Mataram yang ambruk pada Selasa, 19 Mei 2026 membutuhkan sekitar Rp400 juta. Robohnya atap dua ruang kelas yang mengakibatkan sekitar lima siswa menjadi korban ini masuk dalam kategori rusak ringan. Namun, karena kelas yang rusak adalah atap, Pemprov NTB langsung mengambil tindakan segera memperbaiki bangunan kelas tersebut.


Demikian disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) NTB, Lalu Kusuma Wijaya saat dikonfirmasi usai mengikuti Upacara Hari Kebangkitan Nasional di Kantor Gubernur NTB, Rabu (20/5/2026).


Ia mengatakan, untuk penanganan bangunan yang terdampak, pihaknya masih menunggu proses dari kepolisian karena area lokasi saat ini telah dipasangi garis polisi.


“Setelah selesai dari kepolisian baru kami lakukan pembersihan dan penanganan. Kami khawatir masih ada sisa material di atas yang bisa membahayakan,” ujarnya.


Saat ini, Kusuma Wijaya mengaku pihak Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) telah mengecek kondisi bangunan yang terdampak dan selanjutnya meminta dilakukan pembersihan serta penanganan lanjutan. Selain itu, tim juga ditugaskan memeriksa bangunan lain yang dibangun pada periode yang sama.


“Bangunan itu selesai sekitar tahun 2006, kemungkinan pembangunannya 2004 sampai 2005. Gedung-gedung yang seumuran juga kami minta untuk dicek,” katanya.


Meskipun secara kasat mata beberapa bangunan terlihat masih utuh, Pemprov NTB tetap melakukan pemeriksaan guna memastikan kondisi struktur aman digunakan. Pemeriksaan sekolah tidak hanya dilakukan di SMAN 7 Mataram, tetapi juga beberapa sekolah lain yang usianya mirip mencapai 20 tahun.


Adanya insiden ini, ia mengaku tidak terlalu mengganggu aktivitas sekolah karena ruang kelas yang terdampak sebelumnya digunakan oleh siswa kelas 12 yang saat ini sudah tidak lagi mengikuti kegiatan belajar rutin.


Dari hasil identifikasi awal, kerusakan diduga dipengaruhi usia bangunan yang sudah cukup lama. Selain itu, material rangka atap dan penggunaan genteng beton yang berat disebut menjadi salah satu faktor penyebab.


“Material rangka atapnya sudah cukup lama, ditambah penutup atap menggunakan genteng beton yang memang berat,” jelasnya.


Sebagai informasi, dua kelas dua ruang kelas milik SMAN 7 Mataram roboh, pada Selasa siang 19 Mei 2026, sekitar pukul 12.30 WITA. Peristiwa tersebut mengakibatkan lima siswa terdampak. Satu di antaranya terpaksa dirujuk ke rumah sakit akibat mengalami syok berat setelah sempat terjebak di dalam kelas saat bangunan ambruk.


Bangunan yang roboh diketahui merupakan ruang kelas XI A2 dan satu ruangan yang tidak digunakan. Pihak sekolah mengaku sebelumnya sempat memeriksa kondisi bangunan pada pagi hari dan tidak menemukan tanda-tanda kerusakan serius. Akan tetapi satu ruangan yang berada di dekat kantin sekolah sudah tidak digunakan karena ada bagian triplek plafon yang terbuka. (era)

 

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO