Mataram (Suara NTB) – Komitmen mutu berkelanjutan kembali ditegaskan Universitas Mataram (Unram) salah satunya melalui Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK Unram). Komitmen itu ditunjukkan melalui keberhasilan meluluskan 100 persen peserta Angkatan IV dalam Uji Kompetensi Nasional Peserta Didik Profesi Apoteker (Ukomnas PDPA). Sebanyak 40 apoteker baru resmi diambil sumpahnya dalam prosesi khidmat yang berlangsung di Hotel Lombok Raya, Mataram, pada Kamis (21/5/2026).
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Unram, Prof. Akmaluddin, ST., M.Sc.(Eng), Ph.D., menyampaikan ucapan selamat atas capaian gemilang ini, dan menegaskan bahwa keberhasilan meluluskan seluruh peserta serta masuk jajaran 10 besar terbaik kelulusan CBT murni nasional menunjukkan proses pendidikan profesi di Unram terus berkembang secara positif dan kompetitif. “Empat kali berturut-turut capaian ini menjadi bukti konsistensi mutu pendidikan kita,” ujarnya.
Dekan FKIK Unram, Dr. dr. Arfi Syamsun, Sp.KF., M.Si.Med., menambahkan bahwa kelulusan sempurna ini mencerminkan kualitas pendidikan yang sesuai standar nasional dan SPMI. Ia menekankan bahwa sumpah apoteker bukan sekadar formalitas, melainkan janji moral dan hukum yang harus dijaga sepanjang karier. “Hari ini adalah awal langkah profesional anak-anak kita sebagai apoteker mandiri yang siap belajar sepanjang hayat,” tegasnya.
Dari sisi organisasi profesi, Ketua Ikatan Apoteker Indonesia Region NTB, Drs. apt. Agus Supriyanto, menegaskan bahwa profesi apoteker memiliki amanah besar dalam memastikan keamanan, mutu, dan manfaat obat bagi masyarakat. “Jadilah apoteker kebanggaan keluarga, hadir dengan integritas, empati, dan profesionalisme. Peran apoteker semakin strategis di era digitalisasi layanan kesehatan,” ungkapnya.
Mewakili apoteker baru, apt. Muhammad Syach Maulad Ichfa, S.Farm., menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang penuh perjuangan. “Hari ini adalah buah dari pengorbanan, cinta, dan doa orang tua serta dedikasi para dosen dan preseptor. Kami berkomitmen menjalankan amanah profesi ini bukan hanya sebagai tanggung jawab, tetapi sebagai bentuk cinta terhadap profesi dan bangsa,” ungkapnya penuh haru.
Melalui prosesi pengukuhan dan pengambilan sumpah Apoteker Angkatan IV, Unrram menegaskan bahwa keberhasilan kelulusan 100 persen bukan sekadar capaian akademik, melainkan amanah moral dan profesional yang harus dijalankan dengan penuh integritas. Sumpah apoteker yang diucapkan menjadi pengikat komitmen untuk senantiasa menjaga mutu, menjunjung tinggi etika profesi, serta terus belajar sepanjang hayat.
Komitmen mutu berkelanjutan ini menjadi fondasi bagi Unram dalam mencetak tenaga kesehatan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. Dengan penguatan ekosistem pembelajaran profesi kesehatan, Unram memastikan setiap lulusan tidak hanya siap menghadapi uji kompetensi nasional, tetapi juga siap mengemban tanggung jawab profesi dengan dedikasi tinggi, memberi kontribusi nyata bagi masyarakat luas dengan selalu menjaga kehormatan dan kode etik profesi. (ron/*)


