BerandaNTBKOTA MATARAMKunjungi Rumah dan Sekolah, Strategi SMPN 18 Mataram Gaet Siswa Baru

Kunjungi Rumah dan Sekolah, Strategi SMPN 18 Mataram Gaet Siswa Baru

 

Mataram (Suara NTB) – Berbagai upaya ditempuh Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 18 Mataram untuk mempromosikan diri. Salah satu upaya tersebut dengan mendatangi sejumlah sekolah dan rumah calon peserta didik dan menawarkan mereka bersekolah di SMPN 18 Mataram.

Waka SMPN 18 Mataram, Adi Sanjaya mengatakan, agenda sosialisasi ini telah dilakukan pihaknya sejak beberapa pekan lalu. Ia menjelaskan sosialisasi dan promosi ini bagian dari upaya pihaknya untuk memastikan siswa yang sudah lulus pada jenjang SD dapat melanjutkan studinya ke SMPN 18 Mataram.

Selain itu, langkah ini diharapkan dapat menggaet peserta didik baru untuk bersekolah di SMPN 18 Mataram, mengingat jumlah siswa mereka terus menurun beberapa tahun terakhir. “Kita harus sosialisasi untuk jemput bola. Kita tanya sama guru, wali kelasnya di sana ada berapa yang siap masuk di sini,” ujarnya.

Sosialisasi juga menyasar RT dan RW yang berada di zona wilayah sekolah. Dengan harapan, ketua RT dan RW tersebut dapat mengarahkan masyarakatnya bersekolah di SMPN 18 Mataram. “Insyaallah RT juga akan membantu kami mengarahkan masyarakat di sekitar untuk bersekolah di sekolah kami,” jelasnya.

Agenda sosialisasi dan promosi ke rumah dan sekolah calon peserta didik akan terus dilakukan hingga jelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Gratiskan Seragam

Selain melalui sosialisasi dan promosi, SMPN 18 Mataram juga akan menggratiskan seluruh seragam sekolah bagi siswa barunya. Langkah luar biasa tersebut dilakukan demi mendapatkan siswa baru pada SPMB tahun ini.

“Di sosialisasi kita itu kita menjanjikan anak-anak itu seragam semua. Gratis,” kata Adi.

Adapun anggaran yang digunakan untuk membelikan seragam tersebut berasal dari iuran para guru. Adi menyampaikan, seluruh guru di SMPN 18 Mataram sudah bersepakat mengucurkan dana sebagai bentuk kontribusi.

“Kita sudah ada kesepakatan ini sama masing-masing teman-teman guru. Nah mungkin nanti kita satu guru itu memegang satu siswa. Gimana caranya nanti kita tanggung siswa itu dari satu guru. Nah, alhamdulillah dari semua guru dan pegawai di sini sudah siap,” jelas Adi.

Dengan kesepakatan tersebut, setiap guru diperkirakan mengucurkan dana sukarela sebesar Rp. 600 ribu hingga Rp. 750 ribu untuk seluruh seragam sekolah per satu siswa.

Tak hanya sampai di situ, sekolah juga berjanji akan memberikan hadiah bagi lima pendaftar pertama. “Kita memang menjanjikan untuk anak-anak lima pendaftar pertama itu insyaallah kita akan ada juga untuk mereka itu Seperti ‘reward’,” ungkap Adi.

Ia berharap, melalui sosialisasi dan pemberian seragam gratis tersebut, jumlah siswa baru di sekolahnya dapat bertambah. “Semoga dengan kita mengadaka sosialisasi ini dan dibantu oleh teman-teman, mudah-mudahan kedepannya supaya masyarakat juga yang ada di sekitar lingkungan sekolah ini supaya mau bekerja samalah, supaya anaknya bisa diantarkan di sekolah kami,” pungkasnya. (sib)



IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO