Bima (Suara NTB) – Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten dan Kota Bima, masih relatif stabil menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Harga daging sapi berada di kisaran Rp120 ribu-Rp125 ribu per kilogram.
Pedagang daging sapi di Pasar Tente, San’ah mengatakan harga daging sapi hingga saat ini masih bertahan di angka Rp120 ribu per kilogram. Menurutnya, kondisi tersebut selalu terjadi setiap menjelang Iduladha.
“Masih Rp120 ribu per kilo. Belum ada kenaikan sampai sekarang,” katanya, Senin (25/5).
Ia menilai harga daging sapi di Pasar Tente cenderung stabil dan kenaikannya tidak terlalu tinggi, meskipun permintaan mulai meningkat menjelang hari raya kurban. “Biasanya memang kalau mau Iduladha begini harga daging di sini cenderung stabil saja,” ujarnya.
Sementara itu, pedagang daging sapi di Pasar Raya Amahami Kota Bima, Siti Saibah mengatakan harga daging sapi saat ini masih berkisar Rp120 ribu-Rp125 ribu per kilogram. Namun, kenaikan harga tetap berpotensi terjadi mendekati hari puncak Iduladha.
“Sekarang masih normal, belum ada kenaikan. Tapi kita juga tidak tahu besok-besok, bisa saja tiba-tiba naik jadi Rp130 ribu,” ujarnya.
Menurutnya, kenaikan harga daging sapi menjelang Iduladha dari tahun ke tahun masih dalam batas wajar dan tidak pernah melonjak terlalu tinggi.
Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bima, Juraidin membenarkan bahwa harga daging sapi di Pasar Tente, masih stabil berdasarkan hasil pemantauan pemerintah daerah. Pemantauan dilakukan untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat saat Iduladha.
“Untuk hasil pemantauan harga di Pasar Tente Woha, harga daging sapi masih di angka Rp120 ribu per kilogram,” ujarnya.
Selain daging sapi, sejumlah komoditas lain juga masih terpantau stabil. Harga daging ayam ras tercatat Rp45 ribu per kilogram, telur ayam ras Rp30 ribu per kilogram, cabai merah Rp40 ribu per kilogram, dan bawang merah Rp35 ribu per kilogram.
Ia menambahkan pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan rutin di pasar tradisional, untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang hari besar keagamaan. “Kami tetap melakukan pengawasan dan pemantauan harga di pasar, supaya kondisi tetap terkendali sampai Iduladha nanti,” ucapnya.
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Biman, juga melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi distribusi dan harga bahan kebutuhan pokok di Pasar Raya Amahami. Pemantauan dilakukan untuk memastikan stok pangan aman dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi menjelang Iduladha.
Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian dan Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Bima, H. Sodik, S.Sos mengatakan, sejumlah kebutuhan pokok masih relatif stabil meski beberapa komoditas tetap berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP).
Menurutnya, harga daging sapi hingga saat ini masih bertahan di angka Rp125 ribu per kilogram. Sementara, harga cabai rawit mulai mengalami penurunan, meski masih berada di atas HAP pemerintah. “Daging sapi masih stabil harga Rp125 ribu per kilogram. Untuk cabai rawit sebenarnya sudah turun, cuma posisinya masih di atas HAP,” ujarnya.
Sedangkan, Asisten II Setda Kota Bima, Drs. H. Supratman mengatakan berdasarkan hasil pemantauan akhir pekan lalu, persediaan bahan kebutuhan pokok di Pasar Raya Amahami masih dalam kondisi normal dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Sejumlah komoditas juga masih berada pada harga yang relatif stabil meskipun terdapat fluktuasi harga, tetapi dianggap wajar pada beberapa bahan pangan.
“Pemerintah Kota Bima bersama TPID terus melakukan pemantauan secara berkala agar distribusi pangan tetap lancar, stok tersedia, dan harga kebutuhan masyarakat tetap terkendali menjelang Iduladha,” tuturnya.
Ia menegaskan pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas inflasi daerah menjelang hari besar keagamaan.
Menurutnya, pemantauan rutin akan terus dilakukan agar masyarakat dapat menyambut Iduladha dengan kondisi harga yang tetap terkendali. “Pemerintah berharap stabilitas harga dan ketersediaan pangan ini bisa terus terjaga sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman saat Iduladha,” tutupnya. (hir)


