Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Pertanian mengawasi pemotongan dan distribusi 166 hewan kurban pada momentum Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Pengawasan dilakukan untuk memastikan daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).
Kepala Dinas Pertanian Kota Bima, Abdul Najir, S.Pt., M.M., mengatakan pemantauan dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) Lingkungan Kedo, Kelurahan Ule, serta sejumlah titik pemotongan hewan kurban lainnya di wilayah Kota Bima.
Pemeriksaan mencakup kondisi kesehatan hewan sebelum disembelih hingga penanganan daging setelah pemotongan. Langkah itu dilakukan agar daging yang diterima masyarakat tetap layak konsumsi.
“Pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak konsumsi, sehingga daging yang dihasilkan memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH),” ujarnya, Kamis (28/5).
Pemerintah Kota Bima mencatat, hewan kurban yang diterima melalui Baznas dan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) tahun ini mencapai 59 ekor sapi dan 107 ekor kambing. Sementara, total keseluruhan hewan kurban yang tercatat di Bagian Kesra Setda Kota Bima hingga saat ini mencapai 101 ekor sapi dan 200 ekor kambing, baik dari perseorangan maupun kelompok masyarakat.
Kepala Bagian Kesra Setda Kota Bima, H. Sirajuddin, menyebut jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat mencerminkan semangat berbagi pada Iduladha.
“Antusias masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban tahun ini sangat tinggi. Kalau dibandingkan dengan tahun 2025 lalu, jumlah hewan kurban tahun 2026 mengalami peningkatan,” ujarnya.
Ia menilai distribusi daging kurban sangat membantu warga kurang mampu, terutama di kawasan pesisir.
“Harapan kita ke depannya mudah-mudahan kegiatan kurban ini terus meningkat, karena masih banyak warga yang membutuhkan perhatian dari saudara-saudaranya yang lebih mampu. Terutama di beberapa wilayah pesisir seperti Melayu, Tanjung, Dara dan Paruga, masih banyak masyarakat yang berada di bawah standar ekonomi,” jelasnya.
Selain itu, Kota Bima tahun ini juga menerima bantuan sapi kurban Presiden RI H. Prabowo Subianto yang disalurkan melalui Masjid Agung Al-Muwahiddin Kota Bima. Sapi jenis Simental berbobot 813,5 kilogram tersebut berasal dari peternak lokal Kelurahan Penanae, Herdin. (hir)

