BerandaBIMACFD Kalaki Disiapkan Jadi Pusat UMKM dan Hiburan

CFD Kalaki Disiapkan Jadi Pusat UMKM dan Hiburan


Bima (Suara NTB) – Dinas Pariwisata Kabupaten Bima mulai menyiapkan konsep Car Free Day (CFD) di kawasan Pantai Kalaki sebagai ruang publik baru yang dipadukan dengan aktivitas UMKM, hiburan rakyat, dan penataan kawasan wisata. Program tersebut mulai diseriuskan untuk dibahas pada 2026.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Muhammad Akbar mengatakan pembahasan awal terkait konsep CFD sudah dilakukan bersama jajaran internal. Kawasan Pantai Kalaki dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat aktivitas masyarakat pada akhir pekan.
“Bersama dengan Sekdis, dan para Kabid, kita sudah berdiskusi bagaimana untuk adanya Car Free Day bahkan Car Free Night. Dan di tahun ini akan kami bicarakan,” tegasnya Jumat (29/5).


Menurutnya, kawasan Pantai Kalaki selama ini ramai dikunjungi warga, terutama pada sore hingga malam hari. Namun, ruang publik di kawasan tersebut belum tertata maksimal sehingga pemerintah daerah mulai mengkaji penerapan CFD secara rutin.


Meski demikian, konsep Car Free Night belum bisa diterapkan dalam waktu dekat. Jalur Pantai Kalaki masih menjadi akses utama kendaraan besar, termasuk bus malam, sehingga pemerintah lebih memprioritaskan CFD pada pagi atau sore hari.


“Tapi malam sepertinya belum bisa karena malam itu kan harus dilewati oleh bus malam, jalan di kawasan Pantai Kelaki itu,” jelasnya.
Akbar menegaskan arah pengembangan CFD tidak hanya difokuskan pada olahraga masyarakat, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif. Saat ini, pemerintah daerah tengah menyiapkan telaahan staf terkait pengembangan CFD.
“Car Free Day itu pun arahnya ke situ, ke peningkatan UMKM dan lain sebagainya,” harapnya.

Konsep penataan kawasan juga akan dipadukan dengan pengembangan Taman Kalaki sebagai ruang terbuka keluarga. Kawasan tersebut dirancang menjadi lokasi rekreasi dengan ruang pertunjukan seni dan aktivitas komunitas muda.


Selain pembenahan taman, pemerintah juga menyiapkan pengecatan dan penataan fasilitas pendukung agar kawasan lebih nyaman bagi pengunjung.


Ia juga membuka ruang bagi komunitas seni untuk terlibat dalam kegiatan CFD.


“Teman-teman yang hobi gitar akustik, kemudian musik jalanan, dan lain sebagainya, itu bisa dioptimalkan,” pungkasnya. (hir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO