Praya (Suara NTB) – Musabbaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI NTB tahun 2026 ini bakal diikuti sebanyak 977 qori dan qoriah dari 10 kabupaten/kota di NTB. Dengan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak mencapai 105 peserta. Sementara Kabupaten Dompu menjadi daerah yang paling sedikit mengirim perwakilan, hanya 75 peserta.
Adapun Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) yang bertindak sebagai tuan rumah bakal mengirim 93 wakilnya yang akan bertanding di delapan cabang mata lomba. Terbanyak kedua setelah KSB. Di bawah Loteng ada Kabupaten Lombok Timu (Lotim) 90 peserta. Kota Mataram mengirim 87 peserta, Kabupaten Bima dan Kota Bima masing-masing 86 dan 85 peserta.
Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Lombok Barat (Lobar) sama-sama mengirim 80 wakilnya. Sedangkan Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengirim 78 wakilnya. Selain peserta nantinya aka nada 118 orang pengawas, dewan hakim, panitera dan panitia sekretarit provinsi yang akan bertugas mengawal pelaksaan MTQ NTB kali ini.
Pemkab Loteng sendiri telah menyiapkan delapan venue pertandingan. Dengan Bencingah Agung Masmirah sebagai venue utama yang akan menggelar cabang tilawah golongan anak-anak, remaja, dewasa serta cacat netra. Majelis atau venue kedua berlangsung Masjid Agung Loteng menggelar cabang Qira’at Sab’ah golongan mujawwad dewasa, murattal remaja dan dewasa serta tartil.
Persiapan MTQ NTB 2026 Mencapai 80 Persen
Ballroom kantor Bupati Loteng akan menjadi venue ketiga yang akan menggelar cabang Hifzil Qur’an juz 1 dan 5 serta tilawah. Venue keempat di Masjid Poltekpar Lombok akan menggelar cabang mata lomba Hifzil Qur’an golongan 10,20 dan 30 Juz. Masih di lingkungan Poltekpar Lombok bertempat di GOR Poltekpar Lombok sebagai venue keenam akan berlangsung cabang Fahmil dan Syarhil Qur’an.
Sirkuit Internasional Mandalika tepatnya di VIP Deluxe akan menjadi venue ketujuh untuk cabang Khath Al Qur’an golongan naskah, hiasan mushaf, dekorasi, kontemporer serta kaligrafi digital. Sementara venue kelima dan kedelapan di gedung PKK Loteng dan ruang CAT BKPSDM Loteng. Masing-masing akan menggelar cabang Tafsir Qur’an Bahasa Arab, Indonesia serta Bahas Inggris dan cabang karya tulis ilmiah Al Qur’an.
“Untuk persiapan MTQ, terutama venue saat ini sudah 80 persen,” ungkap Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri, S.I.P.,M.A.P., kepada awak media di kantor Bupati Loteng, Senin (1/6), sembari menambahkan, sengan sisa waktu yang ada pihak optimis semua persiapan bisa dituntaskan sebelum MTQ dibuka.
Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Loteng Drs. H. Lalu Herdan, M.Si., menjelaskan, rangkaian kegiatan MTQ sendiri akan dibuka dengan pawai ta’aruf yang akan diikuti seluruh peserta pada tanggal 8 Juni 2026 mendatang. Peserta nantinya akan berkeliling Kota Praya. Dengan start dimulai dari area Masjid Agung Loteng dan finis di Taman Kota Muhajirin Praya. Pembukaan akan berlangsung tanggal 9 Juni 2026.
Kegiatan pembukaan nanti akan diwarnai dengan pertunjukkan tari kolosal yang dimainkan oleh sekitar 300 penari dari unsur pelajar dan pemuda Loteng. Tarian itu mengusung tema etnik dan keberagamaan. Tema tersebut untuk mengambarkan kondisi Loteng saat ini yang begitu beragam, baik sisi suku dan agamanya. (kir)


