PEMERINTAH Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, terpilih sebagai penerima Program Desa/Kelurahan Berdaya dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan alokasi anggaran sebesar Rp300 juta. Dana tersebut akan difokuskan untuk pengembangan sektor pariwisata, ketahanan pangan, dan lingkungan hidup.
Lurah Bintaro, Rudy Herlambang, mengatakan bahwa pelaksanaan Program Desa/Kelurahan Berdaya telah memiliki petunjuk teknis yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi NTB. Dalam program tersebut, pemerintah daerah diberikan tiga tema utama yang dapat dipilih dan disesuaikan dengan potensi wilayah masing-masing.
“Pemerintah provinsi memberikan tiga tema program, yaitu ketahanan pangan, pariwisata, dan lingkungan hidup,” ujarnya, Selasa (2/6).
Menurut Rudy, dari 257 desa dan kelurahan yang terpilih sebagai penerima program, masing-masing daerah dapat memilih satu atau lebih tema sesuai kebutuhan dan potensi yang dimiliki.
Kelurahan Bintaro memilih mengembangkan ketiga tema tersebut karena dinilai sejalan dengan program pembangunan yang selama ini telah dijalankan Pemerintah Kota Mataram. Selain itu, ketiga sektor tersebut memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan di wilayah Bintaro.
Pada sektor pariwisata, Kelurahan Bintaro memiliki sejumlah destinasi yang dinilai berpotensi menarik wisatawan, seperti kawasan wisata religi Makam Bintaro dan objek wisata Pantai Boom. Namun, pengelolaan destinasi tersebut masih memerlukan sejumlah pembenahan, terutama terkait penyediaan infrastruktur informasi bagi pengunjung.
“Salah satu kendala yang ada saat ini adalah minimnya papan informasi dan petunjuk arah menuju lokasi wisata. Selain itu, kami juga ingin memperkuat promosi wisata melalui platform digital agar lebih dikenal masyarakat luas,” katanya.
Sementara itu, pada sektor ketahanan pangan, program yang akan dikembangkan meliputi pembibitan ayam kampung, pengolahan hasil tangkapan laut, serta pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui pemanfaatan pekarangan rumah untuk kegiatan pertanian.
Adapun pada sektor lingkungan hidup, pemerintah kelurahan berencana memaksimalkan pembangunan “tempah dedoro” sebagai upaya mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir. Melalui dukungan anggaran Program Kelurahan Berdaya, pembangunan fasilitas tersebut akan diperluas ke empat lingkungan di wilayah Kelurahan Bintaro.
“Insyaallah, yang sudah kami fokuskan sekitar 100 titik untuk pembangunan tempah dedoro,” jelas Rudy.
Ia berharap program tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan dan ketahanan pangan masyarakat, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan perekonomian warga setempat. (pan)


