BerandaNTBSUMBAWAPembangunan Huntara Korban Kebakaran Kalimango Dikebut

Pembangunan Huntara Korban Kebakaran Kalimango Dikebut


Sumbawa Besar (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, terus berupaya mempercepat pembangunan 30 unit hunian sementara (Huntara). Huntara ini diprioritaskan bagi 30 Kepala keluarga (KK) yang terdampak kebakaran di Desa Kalimango, Kecamatan Alas beberapa waktu lalu.


“Progres per hari ini dari 30 unit yang akan kita bangun yang sudah terealisasi 28 unit sisanya dua unit akan kita upayakan tuntas dalam beberapa hari kedepan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nur Hidayat kepada Suara NTB, Selasa (2/6).

Dayat melanjutkan, selain pembangunan Huntara, pemerintah juga terus berupaya menuntaskan pembangunan sumur bagi masyarakat di sekitar lokasi. Apalagi wilayah tersebut,rawan terdampak bencana kemarau, sehingga kehadiran sumur bor tersebut diharapkan bisa membantu masyarakat.


“Pembangunan Huntara dan sumur bor semuanya menggunakan anggaran dari BNPB dan kami menargetkan dalam waktu dekat semua pembangunan di lokasi bisa tuntas,” ujarnya.
Ia menyebutkan, huntara yang dibangun tersebut memiliki panjang 6 meter dan lebar 4 meter. Rumah tersebut nantinya bisa digunakan oleh masyarakat sebagai dapur ketika hunian tetapnya tuntas dibangun pemerintah. Proses pembangunan ditargetkan akan dilakukan bulan November mendatang.


“Huntara ini bisa dijadikan dapur dan bisa dibongkar ketika tidak dibutuhkan lagi. Karena pada prinsipnya huntara ini dibangun pemerintah untuk meringankan beban masyarakat yang masih menumpang dirumah keluarga,” ucapnya.


Disinggung terkait besaran anggarannya untuk pembangunan huntara, Dayat menyebutkan pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp30 juta per rumah. Karena rumah tersebut sifatnya rumah tumbuh sembari menunggu pembangunan hunian tetap (Huntap) oleh pemerintah.
“Rumah yang akan kita bangun ini sifatnya sementara, kalau untuk pembangunan Huntap kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari kementerian terkait,” tambahnya.

Pembangunan huntara ini dilakukan pemerintah sebagai bentuk pelayanan negara kepada masyarakat sembari menunggu pembangunan Huntap. Apalagi pembangunan huntara ini paling cepat untuk dilaksanakan pasca kejadian kebakaran.

“Huntara paling cepat kita eksekusi pembangunannya. Kalau Huntap kan ada prosedur administrasi yang cukup panjang, seperti berkaitan aset, siapa yang berhak jadi lebih lama kita tangani padahal korban sangat membutuhkan,” tukasnya. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO