BerandaNTBKOTA BIMAOPD Ditargetkan Ciptakan Dua Inovasi

OPD Ditargetkan Ciptakan Dua Inovasi


Kota Bima (Suara NTB) – Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abdin, S.E., menargetkan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) menciptakan dua inovasi yang berdampak langsung pada pelayanan publik. Langkah itu diharapkan memperkuat daya saing daerah sekaligus membuka peluang memperoleh insentif dari pemerintah pusat.


Rahman menegaskan inovasi harus menjadi budaya kerja aparatur, bukan sekadar konsep yang berhenti di atas kertas. Menurutnya, setiap OPD dituntut menghadirkan terobosan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.


“Setiap perangkat daerah minimal memiliki dua inovasi yang bisa dikembangkan. Inovasi harus menjadi solusi nyata yang memudahkan pelayanan kepada masyarakat, bukan sekadar gagasan di atas kertas,” katanya pekan kemarin.


Ia menjelaskan, inovasi daerah kini menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian kinerja pemerintah daerah. Daerah yang mampu menciptakan inovasi dan menunjukkan dampak nyata berpeluang memperoleh penghargaan sekaligus insentif dari pemerintah pusat.


Menurut Rahman, daerah yang meraih predikat kota paling inovatif berpeluang mendapatkan insentif hingga Rp7 miliar. Selain itu, pemerintah pusat juga memberikan insentif bagi daerah yang berhasil menekan angka kemiskinan, stunting, tingkat pengangguran terbuka, serta menjaga stabilitas inflasi.


“Peluang-peluang seperti ini harus kita manfaatkan bersama. Tambahan insentif yang diperoleh nantinya akan kembali mendukung pembangunan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.


Untuk mendorong budaya inovasi, Pemkot Bima juga menyiapkan penghargaan bagi aparatur sipil negara (ASN) yang menghasilkan inovasi berdampak. Skema penghargaan akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.


Rahman menyebut ASN terinovatif tingkat Kota Bima, berpeluang memperoleh tambahan penghasilan pegawai (TPP) selama tiga bulan, juara tingkat provinsi enam bulan, dan juara nasional selama 12 bulan.


Ia juga mengapresiasi inovasi SiCerah yang telah mendapat pengakuan di tingkat nasional. Menurutnya, inovasi tersebut membuktikan bahwa gagasan dari daerah mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Inovasi SiCerah membuktikan bahwa inovasi yang lahir dari daerah bisa memberikan manfaat nyata dan mendapat apresiasi secara nasional. Ini harus menjadi inspirasi bagi perangkat daerah lainnya,” ujarnya.


Berdasarkan data BRIDA Kota Bima jumlah inovasi daerah terus meningkat, dari 162 inovasi pada 2024 menjadi 234 inovasi pada 2025. Namun, ia menegaskan, keberhasilan inovasi tidak hanya diukur dari jumlah, melainkan dari manfaatnya bagi masyarakat.


“Perkembangan ini patut diapresiasi. Namun yang lebih penting adalah bagaimana inovasi yang lahir mampu menjawab persoalan publik dan meningkatkan kualitas pelayanan,” pungkasnya. (hir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO