BerandaPENDIDIKANSiapkan Kompetensi Lulusan SMK Mudah Terserap Industri

Siapkan Kompetensi Lulusan SMK Mudah Terserap Industri



Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) NTB, melalui Bidang Pembinaan SMK, terus bergerak maju dalam menyiapkan lulusan SMK yang kompeten dan terampil. Langkah ini diambil demi memastikan para lulusan dapat langsung terserap oleh Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).


Kepala Bidang Pembinaan SMK-PK Disdikpora NTB, Hasbi menegaskan bahwa penyiapan keterampilan dan kompetensi yang mumpuni bagi siswa merupakan target utama saat ini. Kebijakan ini juga sejalan dengan program Pemerintah Provinsi NTB, dalam mengentaskan kemiskinan.


“Termasuk Pak Gubernur menyampaikan salah satu target keluar dari kemiskinan itu adalah menyiapkan anak-anak SMK. Kita punya kompetensi yang cukup untuk dunia usaha dan dunia industri. Dan ini kewajiban kita semua untuk menyiapkan itu,” ujarnya, beberapa waktu lalu.


Untuk mencapai target tersebut, Disdikpora NTB telah merancang skema pembelajaran yang sistematis. Pada tahun pertama, para siswa dipastikan harus matang dalam penguasaan teori. Memasuki tahun kedua, fokus beralih pada pemantapan praktik yang relevan dengan jurusan masing-masing.


Selain penataan kurikulum internal, kolaborasi aktif dengan pihak swasta juga menjadi kunci. “Kemudian di samping itu kita bekerja sama juga dengan industri, kemudian ada guru-guru tamu yang datang berkunjung, memberikan pelajaran rill di di dunia usaha mereka. Sehingga nanti anak-anak yang selesai itu bisa dengan cepat terserap,” jelas Hasbi.


Strategi menjalin kerja sama erat dengan industri ini sudah diterapkan oleh sejumlah sekolah. Diantaranya, SMKN 1 Lembar, SMKN 1 Sumbawa, dan SMKN 2 Sumbawa. Hasilnya, tingkat penyerapan lulusan di sekolah-sekolah tersebut menunjukkan tren positif.
Di SMKN 1 dan SMKN 2 Sumbawa misalnya, angka keterserapan lulusan ke dunia kerja telah menyentuh angka 60 persen. Prestasi serupa juga terlihat di wilayah lain yang berhasil menembus pasar kerja internasional.


“Ada juga di SMKN 1 Alas, itu anak-anak yang keluar ke Jepang, magang Jepang itu juga cukup tinggi di atas 60 persen. Langkah ini kita galakkan,sehingga kita persiapkan betul kompetensi anak-anak mulai dari sekarang. Kita ikhtiarkan nanti supaya terserap di lapangan kerja itu tinggi,” tutur Hasbi.


Meski beberapa sekolah mencatat angka yang memuaskan, Hasbi tidak menampik bahwa rata-rata persentase keterserapan lulusan SMK di NTB, secara keseluruhan saat ini masih berada di bawah 50 persen. Namun, ia optimis angka tersebut akan terdongkrak naik tahun ini melalui kerja keras kolektif.


“Kita ikhtiar di angka 45-50 persen sudah cukup lumayan buat kita. Ini yang kita targetkan, walaupun belum sampai di angka 50 persen tapi kita targetkan itu,” terangnya.


Hasbi berharap seluruh SMK di NTB, tidak lengah dan terus berinovasi dalam mengasah potensi lokal para siswa.
“Dan persiapkan betul-betul anak-anak ini supaya nanti setelah tamat itu sudah betul-betul siap dipekerjakan,” pungkasnya. (sib/*)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO