Sumbawa Besar (Suara NTB)-
Kepolisian Sektor (Polsek) Moyo Hilir, memastikan akan mendalami kasus dugaan bunuh diri NY (21) yang terjadi di Desa Berare, Kecamatan Moyo Hilir, Minggu (14/6).
“Kasus ini kita dalami karena adanya permintaan pihak keluarga yang belum menerima musibah ini dan keluarga juga berencana untuk melakukan autopsi,” kata Kapolsek Moyo Hilir Iptu Husni, kepada wartawan, Senin (15/6).
Husni melanjutkan, pihaknya juga akan memfasilitasi keluarga untuk melakukan proses autopsi terhadap jenazah wanita muda tersebut. Bahkan penyelidikan awal sudah dilakukan dengan memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan.
“Kami menghormati keputusan keluarga korban. Saat ini, proses penyelidikan tetap berjalan untuk mendalami latar belakang kejadian ini secara objektif,” ucapnya.
Ia mengimbau kepada masyarakat Desa Berare, untuk tetap tenang dan memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia menekankan pentingnya kepedulian antar sesama warga untuk saling memantau kondisi lingkungan sekitar, terutama bagi warga yang tinggal sendiri.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk menyerahkan kepada pihak kepolisian atas kejadian tersebut. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan nantinya,” ucapnya.
Dijelaskan Husni, kasus ini terungkap saat saksi M hendak menyimpan gabah di rumah korban yang juga difungsikan sebagai gudang. Saksi terkejut saat memasuki area dapur, dimana saat itu korban dalam posisi berlutut dan meninggal dunia.
“Korban sudah dipanggil beberapa kali oleh saksi, tetapi tidak ada respon dan saksi langsung masuk dan menemukan korban dalam posisi meninggal dunia,” ucapnya.
Setelah menerima laporan, anggota langsung melakukan pengamanan di TKP dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Moyo Hilir, untuk pemeriksaan medis lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar dari Puskesmas Moyo Hilir hanya ditemukan bekas jeratan.
Berdasarkan hasil keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi, diketahui korban baru tinggal seorang diri di rumah tersebut selama kurang lebih satu minggu. “Keterangan para saksi tetap kita dalami sembari menunggu hasil autopsi terhadap jenazah korban dari rumah sakit,” tukasnya. (ils)

