Selong (Suara NTB) – Menanggapi maraknya informasi hoaks di masyarakat pascakejadian penganiayaan di Desa Pengadangan, Polsek Pringgasela bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) menggelar rapat koordinasi di Kantor Desa Pengadangan, pada Selasa (23/6/2026).
Rapat yang dimulai pukul 10.15 Wita ini dihadiri Camat Pringgasela Zulkifli, S.IP., Kapolsek Pringgasela Iptu Arief Budiman, S.H., Kepala Puskesmas Pengadangan, Penjabat Kepala Desa Pengadangan, Kanit Propam Polsek Pringgasela, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta Kepala Wilayah Dusun Karang Esot.
Kapolsek Pringgasela, Iptu Arief Budiman, S.H., menegaskan kabar yang beredar di media sosial mengenai pelaku Noval Harianto yang melarikan diri dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma, Mataram, NTB adalah tidak benar. Berdasarkan koordinasi dengan pihak terkait, yang bersangkutan hingga kini masih menjalani perawatan dan berada dalam pengawasan RSJ Mataram.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak turut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” tegas Kapolsek.
Camat Pringgasela mendukung langkah kepolisian dalam memberikan penjelasan guna mencegah keresahan akibat informasi yang tidak benar.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Pengadangan memastikan telah berkoordinasi langsung dengan RSJ Mataram dan memperoleh informasi dari dokter penanggung jawab bahwa Noval Harianto masih menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
Sebelumnya, peristiwa penganiayaan terjadi pada Jumat (19/6/2026) di mana seorang pria paruh baya bernama Nurudin (45) tewas setelah sabit yang dipegang pelaku menyayat leher korban. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Pengadangan, tetapi nyawanya tidak tertolong akibat luka parah dan kehabisan darah.
Melalui koordinasi ini, Forkopimcam Pringgasela berharap masyarakat tetap tenang, tidak terpengaruh isu yang belum terkonfirmasi, serta selalu melakukan pengecekan terhadap setiap informasi yang diterima sebelum mberita hoaks. “Saring sebelum sharing, cek fakta sebelum percaya.
Kasihumas Polres Lombok Timur, Iptu Lalu Rusmaladi, mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan lingkungan dan menangkal penyebaran as, segera hubungi Hotline Polri 110,” pungkasnya.(rus)

