Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) bakal mengevaluasi program pinjaman tanpa bunga atau subsidi bunga pinjaman pada pelaku UMKM. Lantaran serapan anggaran program unggulan Pemkab ini pada tahun 2025 masih rendah tak mencapai target yang diharapkan.
“Banyak hal yang harus kita evaluasi, karena ini baru pertengahan tahun. Saya berharap pinjaman modal itu orientasinya (sasaran) pedagang bakulan, pedagang kecil yang mau berusaha,” kata LAZ, dikonfirmasi pada Rabu (24/6/2026).
LAZ mengatakan banyak hal yang perlu dievaluasi dari pelaksanaan program ini pada tahun 2025. Termasuk dari sasaran, program ini akan menyasar pedagang bakulan dan pedagang kecil yang mulai berusaha, bukan pedagang yang sudah mapan atau menengah ke atas. “Ini yang terus kami evaluasi,” imbuhnya. Dari sisi persyaratan, pihaknya tidak bisa juga terlalu jauh intervensi, karena pihak bank juga butuh prinsip kehati-hatian.
Contohnya, yang namanya pinjam meminjam itu pasti Bank harus turun survei, bukan saja melihat jaminan tapi potret warga yang meminjam. “Kalau misalnya peminjam itu memiliki kondisi tidak baik, sering pinjam bermasalah, pasti tidak akan lolos,” pungkasnya.
Karena itu, ia berharap warga betul-betul menjaga catatan Bank, jangan sampai bermasalah. Jika menunggak tiga kali saja, maka menjadi catatan. Misalnya kredit terlambat dibayar sesuai waktu, maka itu menjadi catatan di BI Checking. (her)

