WAKIL Ketua DPRD Kota Mataram, Hj. Baiq Mirdiati, mengingatkan para pelaku usaha, khususnya pengelola hotel dan restoran, agar tidak menaikkan harga secara berlebihan menjelang penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober–November 2026. Menurutnya, stabilitas harga dan kualitas pelayanan menjadi faktor penting dalam menjaga citra daerah.
Baiq Mirdiati mengatakan, pengalaman pada penyelenggaraan MotoGP sebelumnya harus menjadi pelajaran bagi seluruh pihak. Saat itu, banyak wisatawan mengeluhkan lonjakan tarif penginapan dan sejumlah layanan lainnya yang dinilai tidak wajar. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memberikan kesan negatif bagi wisatawan, sehingga berdampak terhadap minat mereka untuk kembali berkunjung ke Lombok di masa mendatang.
“Jangan sampai persoalan kenaikan harga hotel dan layanan lainnya kembali terulang. Kita pernah menerima banyak keluhan dari tamu yang merasa tarif penginapan naik sangat tinggi saat MotoGP berlangsung. Hal seperti ini harus menjadi perhatian bersama agar tidak terjadi lagi,” ujarnya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Senin (29/6).
Ia menegaskan, MotoGP bukan hanya ajang balap motor bergengsi yang mendatangkan ribuan penonton dari berbagai daerah dan mancanegara, tetapi juga merupakan kesempatan besar untuk memperkenalkan potensi pariwisata Pulau Lombok kepada dunia. Karena itu, seluruh pelaku usaha di sektor pariwisata diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik dengan tetap menerapkan harga yang wajar.
Menurut Mirdiati, pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait perlu melakukan pengawasan terhadap tarif hotel, restoran, maupun sektor jasa lainnya selama penyelenggaraan MotoGP. Pengawasan tersebut penting untuk memastikan tidak ada praktik kenaikan harga yang berlebihan dan merugikan wisatawan.
Ia juga meminta pemerintah daerah memanggil pengelola hotel dan restoran untuk memberikan arahan serta mengingatkan agar tetap mematuhi ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya menjaga kepercayaan wisatawan sekaligus menciptakan iklim pariwisata yang sehat dan berkelanjutan.
Mirdiati menekankan bahwa wisatawan yang datang ke Mandalika tidak semata-mata untuk menyaksikan balapan MotoGP. Banyak di antara mereka yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menikmati berbagai destinasi wisata lain di Lombok, mulai dari pantai, kawasan budaya, hingga kuliner khas daerah. Oleh sebab itu, pelayanan yang ramah, profesional, dan harga yang kompetitif akan menjadi nilai tambah bagi daerah.
Politisi Partai Gerindra ini berharap seluruh pelaku usaha dapat melihat MotoGP sebagai momentum jangka panjang untuk meningkatkan kunjungan wisata, bukan sekadar kesempatan meraih keuntungan dalam waktu singkat. Dengan menjaga kualitas pelayanan dan harga yang wajar, wisatawan diharapkan memiliki pengalaman yang menyenangkan sehingga terdorong untuk kembali berkunjung pada kesempatan berikutnya.
“Kalau tamu merasa nyaman dengan pelayanan hotel, restoran, dan masyarakat kita, mereka tentu akan datang lagi. Kedatangan mereka bukan hanya saat MotoGP, tetapi juga untuk menikmati keindahan Mandalika serta destinasi wisata lainnya di Lombok. Ini yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya. (fit)

