BerandaPENDIDIKAN200 Kursi Masih Lowong, SMKN 5 Mataram Tawarkan Prospek Lulusan Siap Kerja

200 Kursi Masih Lowong, SMKN 5 Mataram Tawarkan Prospek Lulusan Siap Kerja

Mataram (Suara NTB) – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Mataram masih membuka kesempatan bagi calon siswa baru yang ingin mengasah keahlian di bidang kompetensi yang menjanjikan. Hingga Rabu, 1 Juli 2026, kuota penerimaan murid baru lewat jalur rapor di sekolah ini masih menyisakan lowongan untuk 200 siswa.

Kepala SMKN 5 Mataram, H. Istiqlal, menjelaskan bahwa sekolahnya membuka enam program studi (Prodi) dengan 15 konsentrasi keahlian (KK). Dari enam Prodi tersebut, terdapat empat program yang menjadi unggulan utama di SMKN 5 Mataram, yaitu Kriya, Desain Komunikasi Visual (DKV), Teknik Sepeda Motor (TSM), dan Teknik Komputer Jaringan (TKJ).

Selain menawarkan prodi dan konsentrasi keahlian yang beragam, SMKN 5 Mataram juga memberikan prospek karier yang strategis bagi siswa. Melalui konsep BMW (Bekerja, Melanjutkan, dan Wirausaha), sekolah memastikan setiap lulusannya memiliki kesiapan matang untuk menghadapi dunia pascasekolah.

Sebagai bukti keberhasilan konsep tersebut, Istiqlal mencontohkan salah seorang alumni SMKN 5 Mataram yang kini sukses mendirikan bengkel sendiri. Lulusan tersebut menjadi bukti nyata dari sekian banyak alumni yang tidak hanya berhasil terserap di dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru.

“Itu makanya lulusan SMK itu kadang-kadang tidak terdeteksi seperti itu. Jadi mereka buka bengkel sendiri, segala macam, kan nggak mungkin daftar ke sana-kemari, dalam bentuk kecil-kecilan. Tapi minimal mereka sudah berwirausaha,” tuturnya.

Ia menambahkan, seluruh SMK di Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini sudah memiliki standar fasilitas, sarana prasarana, serta kualitas tenaga pendidik yang setara. Oleh karena itu, Istiqlal mengimbau para orang tua agar tidak sekadar terpaku pada nama atau gengsi sekolah, melainkan lebih fokus pada minat nyata sang anak.

“Jadi, jangan karena hanya memilih sekolahnya saja, tapi bukan memilih minatnya masing-masing. Jadi, tolong anak-anaknya juga diarahkan sesuai dengan minat, bakat, dan kemauan mereka sendiri, kemampuan merekalah,” pungkasnya. (sib/*)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO