Praya (Suara NTB) – Sejumlah perwakilan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HDWI) NTB dan Lombok Tengah (Loteng) Bersama mitra mendatangai DPRD Loteng, Kamis (2/7). Mereka mengadukan minimnya ketersedian fasilitas pendukung bagi penyandang disabilitas di fasilitas kesehatan (faskes), khususnya puskemas yang ada di Loteng.
Mereka pun mendesak pemerintah daerah memberikan perhatian lebih dengan melengkapi faskes yang ada dengan fasilitas pendukung bagi penyandang disabilitas. Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang Komisi IV DPRD Loteng, Ketua HWDI NTB Sri Sukarni mengungkapkan minimnya dukungan fasilitas layak disabilitas di faskes tersebut membuat penyandang disbilitas masih kesulitan ketika mengakses layanan kesehatan.
Padahal pemerintah berkewajiban untuk bisa menghadirkan layanan kesehatan yang mudah dan memadai bagi semua kalangan.
Ia mengatakan, dari hasil kajian yang dilakukan pihaknya di enam puskesmas yang jadi sampel memang sudah ada fasilitas yang disiapkan bagi penyandang disabilitas, tapi jumlahnya masih minim. Itu pun banyak yang tidak sesuai standar. Seperti jalan aksesn yang sempit, penunjuk arah yang minim sampai ketiadaan area parkir khusus penyandang disabilitas.
“Akibatnya, penyandang disabilitas masih kesulitan ketika sedang mengakses layanan kesehatan di faskes yang ada. Terutama fasilitas musala, area parkir khusus disabilitas hingga penunjuk arah yang layak disabilitas itu yang sangat dibutuhkan,” sebutnya.
Menurutnya, untuk bisa menyediakan fasilitas layak disabilitas tersebut sebenarnya tidak butuh anggaran besar. Tinggal pemerintah daerah untuk mau atau tidak memberikan perhatian terhadap penyandang disabilitas di daerah ini dengan menyiapkan fasilitas layak disabilitas. Supaya penyandang disabilitas bisa mengakses layanan Kesehatan dengan mudah dan tanpa harus membebani orang lain.
Menanggapi pengaduan tersebut anggota Komisi IV DPRD Loteng Hermandi, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi penyandang disabilitas Loteng. Menurutnya, penyediaan fasilitas layak disabilitas khususnya di fasilitas Kesehatan bisa menjadi acuan dalam penentuan kebijakan pembangunan ke depan. Supaya penyandang disabilitas juga bisa memperoleh layanan kesehatan yang lebih baik lagi.
“Dengan ketersedian fasilitas layak disabilitas yang memadai, penyandang disabilitas di daerah ini bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakata (Kenmas) Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng dr. Nasrullah, mengaku aspirasi penyandang disabilitas tersebut sebenarnya sudah tersedia di fasilitas-fasilitas kesehatan di Loteng. Seluruh puskesmas di Loteng saat ini juga sudah menerapkan layanan kesehatan inklusif.
Standar pelayanan bagi penyandang disabilitas juga sudah ada. Mereka tetap mendapat prioritas untuk mendapat pelayanan kesehatan. Ketika pelayanan kesehatan berlangsung, penyandang disabilitas tetap mendapat pendampingan dan disiapkan tempat khusus, karena penyandang disabilitas itu masuk kategori kelompok rentan. Dengan begitu, tetap mendapat perhatian dan pendampingan khusus.
“Tapi kita melihat ke depan teman-teman penyandang disabilitas ini ingin pelayanan mandiri. Jadi ketika datang tidak perlu dibantu,” sebutnya.
Pemerintah daerah tetap akan berupaya untuk bisa menghadirkan fasilitas layak disabilitas. “Kami upayakan ke depan bisa menghadirkan fasilitas layak disabilitas. Supaya penyandang disabilitas bisa mudah mengakses layanan kesehatan,” tegasnya. (kir)

