BerandaNTBLOMBOK TENGAHPenyediaan Fasilitas Layak Disabilitas di Lombok Tengah Terkendala Anggaran

Penyediaan Fasilitas Layak Disabilitas di Lombok Tengah Terkendala Anggaran

Praya (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) menegaskan komitmenya untuk menyediakan fasilitas layak disabilitas, terutama di puskesmas-puskemas yang ada di Lombok Tengah. Hanya saja, penyediaan fasilitas layak disabilitas tersebut belum bisa dilakukan secara menyeluruh untuk saat ini. Pemkab Loteng akan mengupayakannya secara bertahap.

Di satu sisi masih banyak kebutuhan lain yang juga masuk skala prioritas dan mendesak untuk dipenuhi. “Kami tetap memberikan perhatian terhadap keinginan untuk penyediaan fasilitas layak disabilitas. Tapi belum bisa dipenuhi secara menyeluruh, karena kondisi anggaran yang terbatas,” sebut Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng dr. Mamang Bagiansah, kepada Suara NTB, Minggu (5/7/2026).

Kalau anggaran daerah besar, bukan hal yang sulit untuk menyediakan fasilitas layak disabilitas seperti yang diharapkan. Namun, karena kondisi anggaran yang terbatas, maka fokus saat ini memenuhi kebutuhan yang mendesak terlebih dahulu. Sembari secara bertahap memenuhi kebutuhan akan fasilitas layak disabilitas tersebut.

Ia menjelaskan salah satu fasilitas penting yang dibutuhkan saat ini yakni fasilitas mobil ambulans. Di mana kebutuhan di setiap puskesmas itu minimal dua mobil ambulans. Sementara saat ini dari 29 puskesmas yang ada di Loteng, baru empat puskesmas yang sudah memiliki dua mobil ambulans. Yakni Puskesmas Sengkol, Teruwai, Kuta serta Janapria.

Sisanya hanya memiliki satu mobil ambulans. Itu pun banyak mobil ambulans di puskesmas yang kondisinya memprihatinkan. Sehingga sering kali membuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terutama saat proses rujukan menjadi kurang maksimal.

“Jadi bukan kami tidak peduli apalagi bersikap diskriminatif terkait aspirasi untuk pemenuhan fasilitas layak disabilitas ini. Tetap akan diupayakan ke depan, dengan mempertimbangkan ketersediaan anggaran daerah. Kami hormati langkah HWDI ini. Sebagai bagian dari upaya bersama untuk mendorong pemenuhan fasilitas layak disabilitas di daerah ini,” tandas Plt. Direktur RSUD Praya ini.

HWDI Desak Pemerintah Lengkapi Fasilitas Pendukung bagi Penyandang Disabilitas di Lombok Tengah

Sebelumnya, pada Kamis (2/7/2026), sejumlah perwakilan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HDWI) NTB dan Lombok Tengah (Loteng) bersama mitra, mendatangi DPRD Loteng. Kedatangan mereka untuk mengadukan minimnya ketersediaan fasilitas pendukung bagi penyandang disabilitas di fasilitas Kesehatan (faskes) khususnya puskemas di Loteng. Mereka mendesak pemerintah daerah memberikan perhatian lebih dengan melengkapi faskes yang ada dengan fasilitas pendukung bagi penyandang disabilitas.

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang Komisi IV DPRD Loteng, Ketua HWDI NTB Sri Sukarni mengungkapnya minimnya dukungan fasilitas layak disabilitas di faskes tersebut membuat penyandang disbilitas masih kesulitan ketika mengakses layanan kesehatan. Padahal pemerintah berkewajiban untuk bisa menghadirkan layanan kesehatan yang mudah dan memadai bagi semua kalangan.

Menurutnya, untuk bisa menyediakan fasilitas layak disabilitas tersebut sebenarnya tidak butuh anggaran besar. Tinggal sekarang pemerintah daerah untuk mau atau tidak memberikan perhatian terhadap penyandang disabilitas di daerah ini dengan menyiapkan fasilitas layak disabilitas. (kir)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO