BerandaNTBLOMBOK BARATKerusakan Jembatan Kayu Cemare Hambat Sektor Pariwisata, Pemkab Lobar Diminta Beri Perhatian

Kerusakan Jembatan Kayu Cemare Hambat Sektor Pariwisata, Pemkab Lobar Diminta Beri Perhatian

Giri Menang (Suara NTB) – Jembatan kayu Cemare Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) kembali nyaris menelan korban. Kendaraan pengunjung terperosok saat melewati jembatan kayu yang lapuk pada Minggu (5/7/2026) lalu. Kondisi jembatan kayu yang kian parah ini pun menghambat pariwisata setempat. Di satu sisi Pemkab tak kunjung memperbaiki jembatan kayu itu.

Kepala Dusun (Kadus) Cemare, Munawir mengatakan, pihaknya bingung bagaimana lagi caranya memperbaiki jembatan kayu itu. “Ya kami bingung mau cari dana dari mana, karena Tipikor (Polres) tidak memberikan (dilarang) melakukan penarikan (uang dari karcis masuk, red),” terang Kadus Cemare.

Kendaraan itu terperosok akibat kayu jembatan sudah lapuk. Ditambah lagi lalu lalang Pengunjung melalui jembatan itu, di mana per hari ketika hari libur bisa mencapai 10-15 ribu orang.

Kondisi jembatan itu pun diakui menghambat aktivitas pariwisata. Apalagi momen libur sekolah, kawasan itu ramai dikunjungi. Imbasnya pun bagi citra daerah itu, karena merusak citra. “Tapi apa hendak dikata, ketidakberdayaan kami,” ujarnya.

Sebelumnya, untuk perbaikan jembatan Cemare itu diambilkan dari dana hasil penarikan iuran pengunjung yang masuk. Tetapi semenjak dilarang menarik iuran, dana perbaikan pun tidak ada.

Solusi yang bisa dilakukan pihaknya saat ini hanya bisa sekadar menangani melalui swadaya masyarakat. Pihaknya tentu mensiasati dengan warga dan pedagang untuk iuran membeli kayu dan lainnya.

Ada warga yang mengeluarkan kayu, bahan dan uang untuk soumil. Sementara Pihaknya sendiri tidak bisa melarang orang melewati jembatan itu, sehingga pengerjaan pun nanti sambil pengunjung melintas jembatan itu.

Pihaknya berharap dengan upaya swadaya masyarakat ini bisa mengetuk pintu hari Pemkab untuk menangani secara permanen Jembatan tersebut. “Mudah-mudahan bisa Pemkab ini terketuk mau membangun jembatan itu,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPRPKP Lobar, Lalu Ratnawi mengakui kondisi jembatan tersebut nemang kurang baik. Karena itu, pihaknya mengusulkan mobil roda empat sebaiknya tidak melewati jembatan tersebut.

Menurutnya, beban kendaraan roda empat bisa berpengaruh terhadap kondisi konstruksi jembatan yang memang kurang baik. Terkait upaya penanganan, pihaknya sudah membuat desain perencanaannya dan telah diusulkan penanganan ke pusat.

“Kami sudah usulkan ke pusat karena kalau dengan perencanaan ideal kami itu bentangnya panjang dan memerlukan dana besar yakni sekitar Rp50 miliar lebih,” sebut dia. Ia mengatakan, tim dari Balai Jalan Nasional juga telah turun survei ke lokasi. (her)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO