Giri Menang (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat menangani dampak musim kemarau yang memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah. Menyusul bencana kekeringan meluas hingga 45 Dusun di 11 desa di Lombok Barat.
Hingga awal Juli 2026, BPBD telah mendistribusikan 228.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak sebagai bagian dari upaya tanggap darurat kekeringan. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lombok Barat, Toni Hidayat mengatakan distribusi air bersih dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil asesmen lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.
“Hingga saat ini, kekeringan berdampak pada lima kecamatan, yakni Sekotong, Lembar, Gerung, Kuripan, dan Batulayar. Terdapat 11 desa dan 45 dusun yang terdampak, dengan total 5.560 kepala keluarga atau sekitar 15.156 jiwa mengalami kesulitan memperoleh air bersih,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyaluran air bersih yang telah dilakukan BPBD telah menjangkau 6.102 kepala keluarga di wilayah terdampak. Bantuan tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau.
Selain distribusi air, Toni juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, pemerintah kecamatan, PDAM, dan instansi terkait. Langkah ini agar penanganan kekeringan berjalan cepat dan efektif. Personel, armada mobil tangki, serta peralatan pendukung tetap disiagakan untuk merespons setiap laporan masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih.
Lebih lanjut, BPBD Kabupaten Lobar mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara hemat dan bijaksana. Serta segera melaporkan kepada pemerintah desa atau BPBD apabila mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Pemkab Lobar juga telah menetapkan Status Siaga Bencana Kekeringan yang berlaku mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Penetapan ini sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau,
Penetapan status tersebut menjadi dasar percepatan penanganan dan mobilisasi sumber daya guna meminimalkan dampak kekeringan terhadap masyarakat. (her)

