Dompu (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Dompu terus melakukan peremajaan terhadap tanaman Kopi Robusta di Kawasan Tambora. Pasalnya, luas area tanam mencapai 1.188 hektar. Di satu sisi, 705 hektar tanaman kopi telah menghasilkan kualitas kopi yang baik.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Abdul Khair, S.Hut pada, Kamis (9/7) mengatakan, pemerintah terus mendorong peremajaan tanaman kopi untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan pengembangan Kopi Robusta Tambora.
Peremajaan Kopi Robusta di kawasan Tambora telah mendapat dukungan dari Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun). Bantuan tersebut mencakup peremajaan seluas 200 hektare di Desa Tambora, meliputi Dusun Garuda, Dusun Pancasila, dan Dusun Bhinneka. Program itu dilaksanakan secara bertahap, masing-masing seluas 100 hektare pada 2020 dan 100 hektare pada 2022.
Selain itu, di Dusun Oi Ntala, Desa Sorinomo terdapat areal kopi rakyat seluas 165 hektare. Namun, kondisi tanaman di kawasan tersebut dinilai kurang terawat, sehingga membutuhkan penanganan agar produktivitasnya dapat kembali meningkat.
“Pada 2024, Ditjenbun kembali menyalurkan bantuan bibit Kopi Robusta untuk mendukung program peremajaan tanaman seluas 100 hektare di Kabupaten Dompu,” terangnya.
Di sisi lain kata Khair, perkembangan industri hilir kopi di kawasan lingkar Tambora juga mulai tumbuh. Sejumlah pelaku usaha telah memiliki izin usaha dan membangun merek kopi lokal sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil produksi petani.
Beberapa merek kopi yang telah berizin tersebut diantaranya, Ompu Coffee yang dikelola Helmi, Linda Coffee milik Linda, dan Lumba Sena Coffee yang dikelola Abdul Majid.
Ia menambahkan,pemerintah daerah berharap pengembangan budidaya kopi yang dibarengi dengan tumbuhnya industri pengolahan dan pemasaran, dapat memperkuat posisi Kopi Robusta Tambora sebagai salah satu komoditas unggulan Kabupaten Dompu sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani kopi di kawasan lereng Tambora. (ula)

