Dompu (Suara NTB) – Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE., secara resmi melepas kontingen Kabupaten Dompu yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) XII Tahun 2026. Sebanyak 617 anggota kontingen dilepas dengan target meraih juara umum. Target ini dinilai tidak muluk-muluk, karena pada Porprov ke-XI Dompu berhasil menempati posisi runner-up.
Ketua Umum KONI Kabupaten Dompu, Asrullah, ST., melaporkan, kontingen Kabupaten Dompu yang mengikuti Porprov NTB XII berjumlah 617 orang. Rinciannya, terdiri atas 424 atlet, 87 pelatih, 43 ofisial serta 63 panitia dan tim medis.
Asrullah menjelaskan, keberangkatan kontingen dilakukan secara bertahap menyesuaikan jadwal pertandingan masing-masing cabang olahraga. Sebagian atlet bahkan telah lebih dahulu bertanding dan berhasil mempersembahkan medali emas pertama bagi Kabupaten Dompu.

Bupati Dompu, Bambang Firdaus foto bersama dengan para atlet,kontingen dan ofisial. (Suara NTB/ist)
“Alhamdulillah, medali emas pertama sudah dipersembahkan dari cabang olahraga catur kilat cepat nomor perorangan atas nama Ardiansyah. Dengan semangat dan rasa optimisme para atlet kita ini, insyaallah mereka akan mengikuti senior-seniornya meraih medali emas dan mengharumkan nama daerah Kabupaten Dompu,” ujarnya.
Bupati Bambang Firdaus menegaskan keikutsertaan kontingen Dompu bukan sekadar menghadiri ajang olahraga, tetapi membawa amanah untuk menjaga kehormatan dan mengharumkan nama Kabupaten Dompu.
“Saudara-saudara berangkat bukan untuk bertamasya, tetapi untuk berjuang. Kerahkan seluruh kemampuan, semangat, tenaga, dan doa untuk mempertahankan nama baik Kabupaten Dompu yang kita cintai,” tegasnya.
Menurut Bupati, olahraga bukan hanya persoalan kemampuan fisik, tetapi juga menyangkut marwah, citra, dan kehormatan daerah. Karena itu, seluruh atlet diminta bertanding dengan penuh percaya diri, pantang menyerah, serta menjunjung tinggi sportivitas.
Ia mengingatkan, pada Porprov XI tahun 2023 Kabupaten Dompu berhasil menjadi runner-up. Prestasi tersebut harus menjadi motivasi untuk meraih hasil yang lebih tinggi pada Porprov kali ini.
“Kita tidak lagi bermimpi. Tujuan kita jelas, Dompu harus pulang sebagai juara umum,” katanya.
Bupati mengaku optimis target tersebut dapat diwujudkan melihat semangat para atlet. Optimisme itu semakin menguat setelah Dompu berhasil mengoleksi medali emas pertama dari cabang olahraga catur.
Dalam kesempatan itu, kirab obor Porprov NTB juga hadir pada acara pelepasan. Menurut Bupati, obor tersebut merupakan simbol semangat perjuangan yang tidak boleh padam.
“Tidak boleh ada kata kalah di dalam pikiran dan hati. Bertarunglah sampai titik keringat penghabisan. Tetap junjung tinggi sportivitas, saling menguatkan, saling mendoakan, dan yakin bahwa Dompu harus menjadi yang terbaik,” ujarnya.
Bupati meminta seluruh anggota kontingen yang terdiri atas atlet, pelatih, ofisial, panitia, tim medis, dan media tetap solid selama berada di arena Porprov. Mereka diingatkan bahwa seluruh perjuangan dilakukan atas nama Kabupaten Dompu.
“Kontingen ini berangkat bukan atas nama kelompok atau cabang olahraga, tetapi atas nama Kabupaten Dompu. Karena itu saling mendukung, saling memotivasi, dan tetap kompak demi mengharumkan nama daerah,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengumumkan rencana pemberian bonus bagi atlet dan pelatih yang berhasil meraih prestasi pada Porprov NTB XII. Atlet peraih medali emas nomor perorangan akan menerima bonus Rp20 juta, peraih medali perak Rp10 juta hingga Rp15 juta, dan peraih medali perunggu Rp7,5 juta.
Untuk nomor beregu, bonus medali emas disiapkan sebesar Rp20 juta hingga Rp25 juta, medali perak Rp15 juta hingga Rp20 juta, serta medali perunggu Rp10 juta hingga Rp15 juta. Sementara pelatih berprestasi akan memperoleh bonus antara Rp12,5 juta hingga Rp20 juta.
Bupati menegaskan bonus tersebut merupakan bentuk penghargaan pemerintah daerah atas kerja keras dan pengorbanan para atlet selama menjalani latihan hingga bertanding.
“Nilainya mungkin tidak sebanding dengan jerih payah saudara-saudara. Tetapi ini adalah bentuk apresiasi, penghormatan, dan kebanggaan Pemerintah Kabupaten Dompu kepada para atlet yang berjuang membawa nama daerah,” ujarnya.
Kegiatan pelepasan kontingen juga dirangkaikan dengan penyambutan kirab obor Porprov NTB XII yang dibawa rombongan KONI NTB. Kirab obor dilakukan menggunakan sepeda dengan titik start dari Kota Bima menuju Kota Mataram. Di setiap kabupaten dan kota yang dilalui, rombongan singgah sebagai simbol semangat, persatuan, dan sportivitas seluruh daerah di Nusa Tenggara Barat menjelang pelaksanaan Porprov.
Rombongan kirab obor dipimpin oleh Ir. Ridwansyah dari KONI NTB. Menurutnya, pelaksanaan Porprov NTB XII tahun 2026 memiliki makna strategis, karena menjadi bagian dari persiapan NTB sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) Tahun 2028.
“Pelaksanaan Porprov tahun ini serasa PON. Atlet-atlet yang berprestasi pada Porprov akan dipersiapkan menjadi duta NTB pada PON 2028, sehingga tidak lagi melalui seleksi Pra-PON,” ujar Ridwansyah.
Ia juga berharap Kabupaten Dompu dapat menjadi salah satu daerah penyelenggara cabang olahraga pada PON 2028.
“Kita berharap di Dompu akan ada satu atau dua cabang olahraga yang venue pertandingannya dilaksanakan di Dompu,” katanya. (ula)

