RIUH tepuk tangan mengiringi langkah ratusan atlet yang berdiri berbaris di Halaman Kantor Wali Kota Mataram, Selasa (14/7). Mengenakan seragam kontingen, mereka bersiap menerima doa dan restu sebelum bertarung di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026 yang berlangsung pada 16–25 Juli.
Di antara 587 atlet yang dilepas pagi itu, berdiri seorang gadis berusia 19 tahun dengan senyum tenang. Namanya Susan Rahma Stewart, atlet taekwondo Kota Mataram yang menyimpan tekad sederhana, tetapi penuh makna, mempersembahkan medali emas bagi daerah yang telah membesarkannya.
Sekilas, paras Susan menunjukkan garis keturunan yang berbeda. Ia merupakan putri dari ibu asal Lombok dan ayah berkewarganegaraan Selandia Baru. Namun, bagi Susan, identitasnya tak pernah dipisahkan dari tanah kelahirannya. Ia lahir, tumbuh besar, dan menghabiskan masa remajanya di Pulau Lombok. Kini, ia tercatat sebagai mahasiswa semester dua Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram.
Pelepasan kontingen dipimpin langsung oleh Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, didampingi Wakil Wali Kota TGH Mujiburrahman. Hadir pula Ketua KONI Kota Mataram, Ketua DPRD Kota Mataram, para pejabat, dan pelatih.
Di balik kemeriahan seremoni itu, Susan justru terlihat tenang. Baginya, kerja keras sesungguhnya telah dimulai jauh sebelum hari pelepasan.
“Persiapannya mungkin sudah 99 persen. Saya optimistis bisa menang,” ujarnya, usai pelepasan.
Optimisme itu bukan tanpa alasan. Selama berbulan-bulan terakhir, Susan menjalani latihan rutin setiap pagi dan malam. Di sela aktivitas kuliahnya, ia tetap disiplin menjaga pola makan, kebugaran fisik, dan kesiapan mental. Semua dilakukan demi satu tujuan: tampil maksimal di arena pertandingan.
Kecintaannya terhadap taekwondo tumbuh sejak usia lima tahun. Dari latihan demi latihan, bakatnya terus berkembang hingga membawanya mengikuti berbagai kejuaraan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Sebelum tampil di Porprov XII NTB 2026, Susan telah mencatatkan sejumlah prestasi. Ia pernah meraih medali perak pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) serta mengoleksi beberapa medali emas pada berbagai kejuaraan taekwondo tingkat regional di Nusa Tenggara Barat.
Meski telah memiliki pengalaman bertanding, Porprov kali ini tetap menjadi momen istimewa. Ini merupakan penampilan perdananya di pesta olahraga terbesar tingkat provinsi. Kesempatan itu ingin ia manfaatkan untuk membalas kepercayaan yang diberikan Kota Mataram.
Targetnya jelas, yakni menyumbangkan medali emas sekaligus membantu Kota Mataram mempertahankan tradisi sebagai juara umum Porprov.
Harapan yang sama juga disampaikan Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana. Ia berharap seluruh atlet mampu bertanding dengan semangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan membawa pulang prestasi terbaik.
Tahun ini, Kota Mataram mengirimkan 587 atlet yang didampingi 115 pelatih untuk berlaga pada 51 cabang olahraga. Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kota Mataram juga memberikan bantuan moril dan materiel, termasuk uang saku sebesar Rp350 juta bagi para atlet dan pelatih. (pan)

