Kota Bima (Suara NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima mulai memproses pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Pasar Amahami. Proyek yang dibiayai APBD senilai lebih dari Rp1 miliar itu, kini memasuki tahap administrasi tender dan ditargetkan rampung pada 2026 ini.
Kepala DLH Kota Bima, Syahrial Nuryadin mengatakan pembangunan TPS3R merupakan salah satu dari tiga program prioritas pada 2026, dalam upaya meningkatkan pengelolaan persampahan di Kota Bima. Saat ini, proses pembangunan masih berada pada tahapan administrasi pengadaan sebelum memasuki pekerjaan fisik.
“Sekarang sedang proses administrasi tender. Pembiayaan dari APBD dengan anggarannya Rp1 miliar lebih,” ujarnya pada Rabu (15/7).
Menurut Syahrial, keberadaan TPS3R menjadi kebutuhan mendesak karena selama ini Kota Bima, belum memiliki fasilitas pengolahan sampah dengan konsep reduce, reuse, dan recycle. Pengelolaan sampah masih bertumpu pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga sebagian besar sampah langsung dibawa ke lokasi pembuangan.
“Kami hanya punya TPA, ndak punya TPS3R. Tapi tahun ini, kami ada bangun satu unit TPS3R di Pasar Amahami,” katanya.
Keberadaan TPS3R diharapkan dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kota Bima, melalui proses pemilahan dan pengolahan sebelum sampah dibuang ke TPA. Dengan demikian, volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir diharapkan dapat ditekan sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan persampahan.
Pembangunan TPS3R tersebut ditargetkan selesai pada 2026, sehingga dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan persampahan. Pihaknya juga menjadikan pembangunan fasilitas tersebut, sebagai langkah awal sebelum menghadirkan sistem pengolahan sampah yang lebih besar.
“Akan selesai di 2026 (pembangunana TPST3R). Nah, sedangkan untuk 2027 kami sedang upayakan menghadirkan TPST dari Kementerian PU,” ujarnya.
Syahrial menjelaskan, Pemerintah Kota Bima telah berkoordinasi dengan Balai Kementerian Pekerjaan Umum terkait rencana pembangunan TPST. Dari sisi administrasi maupun kesiapan lahan, pemerintah daerah mengaku telah memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.
“Kemarin kami sudah rapat dengan balai. Secara kesiapan, Kota Bima sudah siap dari sisi administrasi, kesiapan lahan, dan lain sebagainya kami sudah. Tinggal bagaimana nanti pendekatannya dengan teman-teman Kementerian PU itu,” pungkasnya. (hir)

