PEMERINTAH Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, mengusulkan pembangunan dermaga perahu bagi nelayan di kawasan pesisir Bintaro kepada Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono. Usulan tersebut disampaikan saat kunjungan Menteri KKP ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Bintaro, Jumat (17/7/2026).
Usulan itu diajukan sebagai solusi atas kesulitan yang dihadapi para nelayan dalam menambatkan perahu akibat abrasi yang terjadi hampir setiap tahun. Kondisi tersebut memaksa sebagian nelayan memindahkan perahunya ke kawasan Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, demi menghindari kerusakan akibat gelombang.
Lurah Bintaro, Rudy Herlambang, mengatakan keberadaan dermaga sangat dibutuhkan untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi nelayan saat bersandar maupun sebelum melaut, terutama ketika memasuki musim cuaca ekstrem yang memicu abrasi di sepanjang pesisir.
“Tujuan kami agar nelayan tidak lagi kesulitan mencari tempat bersandar dan tidak lagi terjadi persoalan dengan nelayan di Senggigi terkait lokasi parkir perahu,” ujarnya, Selasa (21/7).
Rudy menjelaskan, setiap kali angin barat bertiup dan gelombang tinggi melanda perairan Ampenan, para nelayan terpaksa memindahkan perahunya ke pesisir Senggigi untuk menghindari kerusakan. Namun, kondisi tersebut kerap memunculkan gesekan dengan nelayan setempat karena keterbatasan ruang untuk menambatkan perahu.
Selain itu, keterbatasan infrastruktur tambat perahu juga menyebabkan aktivitas melaut nelayan sering terganggu, terutama saat kondisi cuaca memburuk.
Menurut Rudy, jumlah nelayan di wilayah Bintaro mencapai sekitar 200 orang. Karena itu, berbagai persoalan yang dihadapi nelayan disampaikan langsung kepada Menteri KKP dengan harapan dapat menjadi perhatian pemerintah pusat.
“Kami berharap Bapak Menteri dapat membantu memperhatikan kebutuhan nelayan di sini karena beliau sudah melihat langsung kondisi di lapangan,” katanya.
Selain mengusulkan pembangunan dermaga, Pemerintah Kelurahan Bintaro bersama Dinas Perikanan Kota Mataram juga menyampaikan kebutuhan pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di Pasar Ikan Bintaro yang berada tidak jauh dari kawasan KNMP.
Menurut Rudy, keberadaan IPAL sangat penting untuk mengolah limbah pasar sehingga tidak mencemari kawasan pesisir dan menjaga kebersihan lingkungan pantai.
“Mudah-mudahan kebutuhan ini dapat didukung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan sehingga usulan yang kami sampaikan bisa direalisasikan,” pungkasnya. (pan)

