BerandaNTBKOTA MATARAMBaru Terealisasi di Lima Titik

Baru Terealisasi di Lima Titik

PEMERINTAH Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, baru merealisasikan lima titik pemasangan tempah dedoro atau buis beton berdiameter 80 sentimeter. Seluruh pembangunan tersebut berasal dari swadaya masyarakat, sementara realisasi melalui anggaran kelurahan masih belum terlaksana.

Lurah Pejanggik, Mahnum, mengatakan, berdasarkan anggaran yang tersedia, kelurahannya menargetkan pembangunan sebanyak 28 titik tempah dedoro. Setiap titik terdiri atas tiga unit buis beton yang difungsikan sebagai tempat pengolahan sampah organik.

Menurutnya, dari tujuh lingkungan yang ada di Kelurahan Pejanggik, hanya tiga lingkungan yang menjadi sasaran program, yakni Lingkungan Pajang Barat, Pajang Timur, dan Majeluk. Sementara itu, empat lingkungan lainnya belum dapat dipasangi tempah dedoro karena terkendala ketersediaan lahan atau pekarangan warga.

“Kendala utamanya memang karena tidak ada tempat. Sebagian besar warga tidak memiliki lahan atau pekarangan untuk pembangunan tempah dedoro,” ujarnya.

Mahnum menjelaskan, pihak kelurahan telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat tempah dedoro. Selain mampu mengurangi volume sampah yang harus diangkut petugas roda tiga di lingkungan maupun petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sampah organik yang diolah juga dapat dimanfaatkan menjadi pupuk bagi tanaman.

Namun, keterbatasan lahan membuat program tersebut belum dapat diterapkan secara merata di seluruh lingkungan.

Meski demikian, Pemerintah Kelurahan Pejanggik tetap berupaya mendorong masyarakat untuk mencari lokasi yang memungkinkan, terutama di lingkungan yang memiliki pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), agar pembangunan tempah dedoro dapat direalisasikan. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri di masing-masing lingkungan.

“Kami bersama para kepala lingkungan dan ketua RT juga turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi dan mencari solusi yang memungkinkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembangunan satu unit tempah dedoro yang terdiri atas tiga buis beton berdiameter 80 sentimeter membutuhkan biaya sekitar Rp500 ribu, termasuk biaya penggalian. Biaya tersebut relatif seragam di seluruh kelurahan di Kecamatan Mataram karena menggunakan rekanan yang sama sesuai arahan Camat Mataram.

Mahnum berharap seluruh lingkungan di Kelurahan Pejanggik nantinya dapat memiliki tempah dedoro sehingga permasalahan sampah, khususnya sampah rumah tangga, dapat ditekan dan volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan sementara (TPS) semakin berkurang.

“Harapan kami ke depan semua lingkungan memiliki tempah dedoro sehingga persoalan sampah di Kota Mataram setidaknya dapat diminimalkan,” pungkasnya. (pan)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO