Mataram (Suara NTB) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram mulai memetakan sejumlah ruas jalan yang berpotensi dipasangi penerangan jalan umum (PJU) tenaga surya sebagai upaya mendukung penggunaan energi bersih dan ramah lingkungan. Namun, rencana penambahan fasilitas tersebut belum dapat direalisasikan pada 2026 karena belum tersedia alokasi anggaran akibat kebijakan efisiensi.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin, menjelaskan bahwa lokasi pemasangan PJU tenaga surya diprioritaskan pada ruas jalan yang belum terjangkau jaringan listrik serta memiliki area terbuka tanpa pepohonan besar.
“Lokasinya harus bebas dari pohon agar panel surya dapat memperoleh paparan sinar matahari secara maksimal sebagai sumber energi listrik,” ujarnya, pekan kemarin.
Ia mengatakan, hingga saat ini PJU tenaga surya di Kota Mataram masih terpusat di kawasan Jalan Lingkar Selatan. Fasilitas tersebut dipasang pada 2024 sebanyak 145 titik dengan total anggaran Rp9,5 miliar yang bersumber dari APBD Kota Mataram.
Seluruh PJU tenaga surya tersebut masih berada dalam masa garansi selama lima tahun sehingga seluruh biaya pemeliharaan masih menjadi tanggung jawab pihak ketiga.
Dari total 145 titik yang terpasang, sebanyak 116 titik menggunakan dua lengan lampu, sedangkan 29 titik lainnya menggunakan satu lengan lampu yang disesuaikan dengan kondisi ruas jalan. Selain di Jalan Lingkar Selatan, PJU tenaga surya juga telah dipasang di beberapa simpang empat di Kota Mataram.
Meski belum ada anggaran untuk penambahan PJU tenaga surya pada tahun ini, Dishub tetap melakukan pendataan terhadap sejumlah lokasi yang memenuhi persyaratan teknis. Salah satu kawasan yang dinilai berpotensi adalah ruas jalan baru yang belum memiliki jaringan listrik.
Menurut Zulkarwin, apabila pembangunan jalan penghubung Jalan Nuraksa dengan Jalan Batu Bolong di Kelurahan Pagutan Barat terealisasi, kawasan tersebut berpeluang menjadi lokasi pemasangan PJU tenaga surya.
Ia menambahkan, penggunaan PJU tenaga surya tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas penerangan jalan, tetapi juga mendukung efisiensi energi melalui pemanfaatan energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan.
“Penggunaan energi terbarukan ini juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Mataram dalam menjaga kelestarian lingkungan,” pungkasnya. (pan)

