KETUA Komisi III DPRD Kota Mataram, Abd Rachman, SH, meminta Pemkot Mataram segera menyusun roadmap atau peta jalan pengelolaan sampah yang jelas dan terukur. Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat ditangani dengan kebijakan yang bersifat coba-coba karena berpotensi menghabiskan anggaran daerah tanpa memberikan hasil yang maksimal.
Rachman menegaskan, setiap kebijakan dalam penanganan sampah harus didasarkan pada perencanaan yang matang agar penggunaan APBD benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Penanganan pengolahan sampah ini tidak bisa dilakukan dengan sistem coba-coba. Kalau seperti itu, yang habis adalah anggaran APBD yang berasal dari masyarakat. Sangat disayangkan jika uang rakyat digunakan untuk program yang belum memiliki perencanaan yang jelas,” ujarnya menjawab Suara NTB di Mataram ,Senin (24/7).
Menurutnya, hingga saat ini Kota Mataram masih membutuhkan strategi jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang untuk menyelesaikan persoalan sampah yang kerap menjadi masalah, terutama saat musim penghujan.
Ia menilai, penyusunan roadmap menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus segera diselesaikan oleh Pemerintah Kota Mataram sebelum persoalan sampah semakin kompleks seiring pertumbuhan kota.
“Selagi belum terlambat, pemerintah kota harus memiliki roadmap pengolahan sampah yang jelas. Ke depan seperti apa arah kebijakannya, itu harus direncanakan dari sekarang,” katanya.
Rachman menekankan, keterbatasan anggaran tidak seharusnya dijadikan alasan untuk menunda penyelesaian persoalan sampah. Menurutnya, pembangunan dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.
Ia mencontohkan pembangunan Kantor Wali Kota Mataram yang menelan anggaran hingga ratusan miliar rupiah dan dapat direalisasikan secara bertahap. Dengan pola yang sama, pengembangan sistem pengelolaan sampah juga diyakini dapat diwujudkan apabila pemerintah memiliki komitmen dan perencanaan yang jelas.
“Kalau pembangunan kantor wali kota yang menghabiskan anggaran ratusan miliar rupiah saja bisa diselesaikan secara bertahap, mengapa pengolahan sampah tidak bisa? Yang dibutuhkan adalah perencanaan yang matang dan konsistensi dalam pelaksanaannya,” tegasnya.
Ia mengingatkan, persoalan sampah selalu muncul berulang setiap musim hujan. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kebersihan lingkungan, berpotensi menyebabkan banjir akibat saluran tersumbat, serta berdampak pada kenyamanan masyarakat.
Sebagai kota yang terus berkembang, lanjut Ketua Fraksi Partai Gerindra ini, Mataram harus mulai mempersiapkan sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan agar tidak menjadi persoalan yang terus berulang di masa mendatang.
“Kota Mataram adalah kota yang sedang berkembang. Karena itu, kita harus segera mempersiapkan diri agar ketika kota ini semakin maju, persoalan sampah sudah memiliki solusi yang tuntas dan tidak lagi menjadi masalah setiap tahun,” pungkasnya. (fit)

