Giri Menang (Suara NTB) – Gelaran Pekan Kesenian Senggigi yang berlangsung di Amphitheater Pasar Seni Senggigi, pada Sabtu, 25 Juli 2026 berlangsung sangat meriah dan mencatatkan peningkatan jumlah pengunjung yang signifikan dibandingkan pekan-pekan sebelumnya.
Sebagai bagian dari rangkaian Festival Senggigi: The Soul of Lombok, acara mingguan yang diusung Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Kabupaten Lombok Barat ini sukses menyedot perhatian berbagai kalangan. Tak hanya warga lokal yang datang bersama keluarga, tetapi juga para wisatawan asing yang sedang menginap di sejumlah hotel dan resor di kawasan Senggigi.
Suasana Amphitheater Senggigi malam tadi tampak hidup dengan deretan pertunjukan seni budaya yang memikat. Penonton disuguhkan penampilan anggun dari Tari Mesatya Jagaraga Indah dan Tari Kembang Sembah Jagaraga Indah, lantunan syahdu Hadrah Montong Are, serta penampilan spesial dari Intan CFN Idol yang makin menghidupkan suasana.
Daya tarik budaya tradisional ini terbukti sukses memikat antusiasme wisatawan mancanegara. John, seorang wisatawan asal Australia yang menginap di salah satu hotel kawasan Senggigi, mengaku sangat berkesan dengan pertunjukan tersebut.
“Lombok sangat indah, sunsetnya menawan, dan makanannya luar biasa. Pertunjukan ini sungguh luar biasa. Saya benar-benar suka musiknya, dan tarian tradisional tadi sangat menarik. Saya menikmatinya. Keren,” ujar John dengan penuh antusias.
Keramaian yang terus meningkat dari pekan ke pekan ini turut membawa angin segar dan dampak ekonomi positif bagi para pelaku usaha kecil dan pedagang di sekitar lokasi acara. Beberapa pedagang lokal mengaku omzet penjualan mereka meningkat drastis jika dibandingkan dengan hari-hari biasa.
“Alhamdulillah, pengunjung malam ini jauh lebih ramai dari minggu-minggu lalu. Berkat acara ini kita bisa jualan laris setiap malam minggunya. Semoga acara seperti ini bisa terus diadakan,” ungkap Fatma, salah satu pedagang sate di area Pasar Seni Senggigi.
Pekan Kesenian Senggigi tidak hanya menjadi panggung hiburan dan pelestarian seni budaya lokal, tetapi juga terbukti menjadi magnet pariwisata yang ampuh dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar.
Kepala Disparekrafpora Lombok Barat Agus Gunawan menegaskan Pekan Kesenian Senggigi Festival Senggigi tetap berlanjut hingga Agustus mendatang.
“Kita akan terus hidupkan Senggigi. Setelah Agustus nanti kita akan tetap menggelar atraksi kesenian di Amphitheatre ini mengingat itu sudah memasuki musim Moto GP. Kita harapkan tamu-tamu yang nanti menginap untuk perhelatan Moto GP bisa menikmati sajian budaya dan kesenian kita disini, kemudian masyarakat juga terhibur, dan para pelaku UMKM juga bisa merasakan manfaatnya,” terang Agus.
Tidak hanya di Senggigi lanjutnya, kegiatan di ibu kota Gerung seperti Car Free Nite (CFN) juga akan tetap dilksanakan seperti biasa. Mengingat CFN sudah menjadi salah satu ikon Lombok Barat dan sudah terbukti bermanfaat dan ditunggu-tunggu oleh masyarakat.
“Jadi (CFN,red) itu sudah menjadi komitmen kita bersama pimpinan di Lombok Barat ini untuk pemberdayaan masyarakat. Baik itu pelaku UMKM, para pelaku Ekonomi Kreatif, pelaku seni dan budaya Lombok Barat. Termasuk sebagai media silaturahmi pemda dan masyarakat dengan berbagai kegiatan pelayanan publiknya,” jelasnya. (her)

