BerandaNTBKOTA MATARAMDisdik Mataram Perketat Verifikasi Penerima BSM, Mulai 2027 Hanya Desil 1 dan...

Disdik Mataram Perketat Verifikasi Penerima BSM, Mulai 2027 Hanya Desil 1 dan 2

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram akan merombak mekanisme verifikasi penerima Bantuan Siswa Miskin (BSM). Mulai 2027, bantuan tersebut hanya akan diberikan kepada peserta didik yang berasal dari keluarga kategori Desil 1 dan Desil 2 agar penyalurannya lebih tepat sasaran.

Kebijakan ini diambil setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan indikasi bantuan ganda kepada ribuan siswa jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) pada penyaluran BSM tahun 2025.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Yusuf, mengatakan pihaknya akan memperketat proses verifikasi data penerima dengan melibatkan Dinas Sosial. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan diterima oleh siswa yang benar-benar berhak.

“Ke depan, penerima manfaat BSM hanya berasal dari Desil 1 dan Desil 2. Tetap kita berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk melakukan verifikasi ini,” ujarnya, Rabu (29/7).

Menurut Yusuf, pembatasan sasaran penerima merupakan bagian dari evaluasi program BSM. Pada penyaluran sebelumnya, bantuan masih diberikan kepada keluarga hingga kategori Desil 6 sehingga cakupan penerima dinilai terlalu luas. Mulai 2027, bantuan akan difokuskan kepada siswa dari keluarga yang paling rentan secara ekonomi.

Ia mengakui proses verifikasi usulan dari sekolah pada pelaksanaan sebelumnya belum dilakukan secara optimal. Kondisi tersebut memicu munculnya data ganda serta ketidaksesuaian kategori desil penerima bantuan.

Selain itu, penyaluran BSM pada 2025 tidak menggunakan basis data Dinas Sosial karena program tersebut kembali dijalankan setelah sempat vakum akibat kendala kode rekening.

Meski menemukan adanya penerima ganda, BPK tidak mewajibkan Dinas Pendidikan Kota Mataram mengembalikan dana bantuan. Seluruh anggaran telah disalurkan kepada siswa sesuai daftar penerima yang ditetapkan saat itu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK, tercatat sebanyak 1.831 murid SD dan 591 siswa SMP terindikasi menerima BSM ganda dengan total nilai bantuan mencapai Rp394,46 juta.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.473 siswa SD menerima bantuan senilai Rp239,58 juta, sedangkan 358 siswa SMP menerima bantuan sebesar Rp128,88 juta. (pan)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO