BerandaNTBLOMBOK BARATKomisi III DPRD Lobar Tinjau SMAN 1 Gunungsari

Komisi III DPRD Lobar Tinjau SMAN 1 Gunungsari

Giri Menang (Suara NTB) – Kondisi gedung SMAN 1 Gunungsari yang disegel atau ditutup sementara akibat rawan ambruk, menjadi sorotan masyarakat hingga DPRD Lombok Barat (Lobar). Pasalnya, kondisi ini mengakibatkan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa dan siswi tergganggu.


Siswa harus belajar di kantin hingga gudang sekolah. Pemprov pun didesak untuk segera menangani ruang kelas tersebut. Pada Rabu (29/7/2026), Ketua komisi III DPRD Lobar Fauzi yang turun meninjau sekolah itu, menyaksikan langsung kondisi gedung yang disegel dan proses belajar siswa yang terganggu akibat penutupan ruang kelas.


Fauzi menegaskan, kendati pengelolaan jenjang SMA berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi, keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mendorong DPRD Lobar untuk memberikan perhatian. Pihaknya pun mengambil langkah untuk mengawal usulan penanganan gedung sekolah ini.


Menurutnya, pengawalan lintas lembaga agar alokasi bantuan dapat segera dialirkan melalui anggaran pusat. Pihaknya pun telah menjalin komunikasi langsung dengan pimpinan Komisi X DPR RI, komisi yang membidangi sektor pendidikan guna memastikan percepatan penanganan infrastruktur di SMAN 1 Gunungsari.


“Kami di Komisi III DPRD Lobar akan segera bersurat secara resmi. Namun, kami juga sudah komunikasi secara langsung dengan Wakil Ketua Komisi X DPR RI. Untuk surat resminya akan segera kami sampaikan ke Komisi X DPR RI agar dapat segera diatensi dan dikoordinasikan langsung dengan kementerian terkait,” tegas Fauzi.


Langkah ini menyelaraskan prioritas daerah dengan peningkatan alokasi anggaran revitalisasi sekolah di tingkat nasional.


Diketahui, alokasi anggaran perbaikan fasilitas pendidikan yang dikawal Komisi X DPR RI mengalami kenaikan signifikan, dari sebelumnya kisaran Rp16 triliun pada tahun 2025 menjadi sekitar Rp22 triliun. Melalui pengawalan intensif bersama Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, koordinasi lintas tingkat ini diharapkan mampu memangkas alur birokrasi.


Pembenahan gedung SMAN 1 Gunungsari secara menyeluruh pun diharapkan dapat terealisasi dalam waktu dekat demi mengembalikan kenyamanan serta keamanan iklim pendidikan di Lobar.
Sebanyak enam ruang kelas di sekolah tersebut kini terpaksa disterilkan dan dipasangi garis polisi akibat kerusakan struktur bangunan yang kian parah.


Langkah ini diambil pihak sekolah mencegah risiko fatal dan menjamin keselamatan puluhan siswa serta tenaga pengajar di tengah proses belajar mengajar. Peninjauan ini menjadi langkah krusial dalam merespons aduan masyarakat yang khawatir akan potensi ambruknya atap bangunan.


Dari hasil peninjauan lapangan, ditemukan bahwa ancaman tidak hanya berpusat padaenam kelas yang telah disepakati untuk disegel. Struktur atap beton dengan penopang kayu yang sudah melapuk menjadi akar utama kekhawatiran pihak sekolah.


Sementara itu, Kepala SMAN 1 Gunungsari, Musyirifin, S.Pd., mengungkapkan bahwa potensi bahaya sebenarnya mengintai hampir seluruh area gedung. Menurut asesmen awal, bangunan dengan pola struktur serupa jumlahnya jauh lebih banyak.


“Secara keseluruhan yang konstruksinya hampir sama dengan yang disegel itu atapnya beton dengan penopang kayudi sekolah ini ada lebih dari 20 ruangan yang rawan,” ujar Musyirifin saat memberikan keterangan.


Penyegelan fasilitas vital ini berdampak langsung pada sedikitnya 10 rombongan belajar atau lebih dari 360 siswa. Untuk mensiasati agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak terhenti total, pihak sekolah bergerak cepat memanfaatkan ruang-ruang fungsional yang ada. Area kantin, musala putri, laboratorium TIK, perpustakaan, hingga bekas gudang dan ruang podcast disulap menjadi kelas darurat.


Penyesuaian ini dilakukan setelah opsi moving class maupun sistem dobel sif dinilai kurang efektif karena berpotensi memangkas jam belajar siswa secara signifikan. (her)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO