Mataram (Suara NTB) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura resmi melantik Ahmad Dahlan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura NTB periode 2025-2030. Pelantikan juga dilakukan secara serentak untuk pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura di 10 kabupaten/kota se-NTB pada Sabtu (1/8) di Mataram.
Seusai dilantik, Ahmad Dahlan mengatakan bahwa prosesi pelantikan tersebut menjadi langkah awal konsolidasi mengembalikan kejayaan partai Hanura di NTB sekaligus meningkatkan perolehan suara dan kursi legislatif pada Pemilu mendatang.
“Pelantikan ini bukan sekadar acara seremonial semata, melainkan tonggak awal perjuangan Hanura untuk kita tingkatkan baik dari raihan suara maupun jumlah kursi di lembaga legislatif provinsi dan 10 kabupaten/kota,” ujarnya.
Anggota DPRD NTB asal Bima itu menegaskan bahwa pihaknya siap menjalankan amanah partai dan memperkuat organisasi hingga ke tingkat daerah. Ia juga mengungkapkan Hanura akan meluncurkan identitas baru berupa mars dan logo berbentuk singa yang akan diperkenalkan secara resmi oleh DPP.
“Perubahan logo dan identitas baru partai Hanura ini sebagai bagian dari perubahan di partai Hanura untuk menjadi partai yang lebih besar,” jelas Dahlan.
Sementara itu Sekretaris Jenderal DPP Partai Hanura, Benny Ramdhani yang memimpin jalannya pelantikan meminta seluruh kader Hanura di NTB untuk menjaga persatuan di tengah dinamika politik nasional.
“Ketika politik memanas, jadilah pemersatu. Yang dibutuhkan bangsa ini bukan sekadar kehadiran partai politik, melainkan Persatuan Indonesia Raya,” kata Benny.
Dalam kesempatan tersebut, Benny juga menegaskan komitmen politik Partai Hanura di NTB untuk tetap mendukung Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal apabila kembali maju pada Pilkada mendatang.
“Dengan latar belakang kepemimpinan dan visi yang jelas dari Bapak Gubernur, maka jika pada periode berikutnya beliau maju kembali, Hanura akan berdiri bersama-sama dengan Gubernur NTB,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengaku memiliki hubungan emosional dengan Partai Hanura. Ia menyebut Ketua Umum DPP Hanura Oesman Sapta Odang atau Oso menjadi salah satu tokoh yang mendorongnya maju pada Pilkada NTB.
“Di tingkat nasional Hanura mungkin berbeda koalisi, tapi di NTB, Hanura sejak awal adalah bagian dari koalisi kami. Saya berutang budi kepada Hanura dan Pak Oso, yang dari awal meyakini dan menitipkan tiketnya agar NTB dipimpin oleh orang yang tepat,” tutur Iqbal.
Iqbal juga mengajak seluruh kader Hanura meninggalkan pola politik lama dan menjadi mitra pembangunan daerah di tengah tantangan global.
“Jadi kita butuh format, etika, dan norma politik baru yang membawa keberpihakan jelas kepada rakyat. Mari kita jadikan krisis sebagai peluang dan bersama-sama memajukan NTB,” pungkasnya. (ndi)

