BerandaEKONOMIWillgo Zainar Kembali Pimpin HKTI NTB, Gubernur Tekankan Sinergi Ketahanan Pangan dan...

Willgo Zainar Kembali Pimpin HKTI NTB, Gubernur Tekankan Sinergi Ketahanan Pangan dan Hilirisasi

Mataram (Suara NTB) – Musyawarah Daerah (Musda) IX Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi NTB menetapkan kembali H. Willgo Zainar, SE., MBA sebagai Ketua DPD HKTI NTB periode 2026–2031. Musda yang berlangsung di Mataram, Minggu, 2 Agustus 2026 ini juga menetapkan kepengurusan HKTI kabupaten/kota se-NTB. Dan dirangkai dengan Dialog Tani bersama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Hario K. Pamungkas, Kepala OJK NTB Rudi Sulistyo, jajaran Bank NTB Syariah, Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Dekopinwil NTB, serta para akademisi dan pakar pertanian, peternakan, dan perikanan. Membedah peluang dan tantangan, serta harmonisasi program seluruh stakeholders dengan HKTI di sektor pertanian secara luas.


Pada kesempatan ini, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya kembali Willgo Zainar, serta ditetapkannya pengurus baru HKTI di seluruh kabupaten/kota di NTB. Gubernur sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk terus bersinergi dengan HKTI.


Menurutnya, arah pembangunan pemerintah daerah sejalan dengan visi HKTI dalam memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah.


“Karena pemerintah daerah dengan HKTI NTB selama ini memang harmonis. Apalagi komunikasi dengan pak Willgo selama ini juga sangat baik, sehingga tidak susah melaksanakan program pembangunan bersama HKTI di NTB,” ujarnya.


Iqbal mengungkapkan, kinerja sektor pertanian NTB saat ini menunjukkan tren positif. Nilai Tukar Petani (NTP) NTB telah mencapai sekitar 131, berada di atas rata-rata nasional. Menunjukkan bahwa harga produk pertanian meningkat lebih cepat dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan petani sehingga memberikan insentif ekonomi yang lebih baik bagi sektor pertanian.


Meski demikian, ia mengingatkan masih terdapat ketimpangan antar subsektor. Nilai tukar di sektor hortikultura menjadi yang tertinggi, sedangkan subsektor perikanan masih relatif rendah sehingga membutuhkan perhatian serius.


Karena itu, Gubernur mendorong juga lembaga keuangan agar memperbesar pembiayaan ke sektor pertanian yang dinilainya memiliki prospek baik sekaligus memperkuat hilirisasi, khususnya di sektor perikanan.


“Hilirisasi menjadi kunci agar nilai tambah tidak habis di tangan pedagang, tetapi bisa dinikmati langsung oleh petani dan nelayan,” ujarnya.


Iqbal juga membagikan pengalamannya saat berkunjung ke Malaysia untuk mempelajari model konsolidasi lahan yang diterapkan perusahaan Felda. Menurutnya, pengelolaan lahan secara kolektif memungkinkan penggunaan teknologi modern, efisiensi biaya produksi, hingga peningkatan produktivitas petani.


Konsep serupa dinilai layak dikembangkan di NTB melalui penguatan koperasi dan konsolidasi petani agar skala usaha menjadi lebih ekonomis.


Selain itu, ia menegaskan HKTI memiliki posisi strategis dalam mendukung tiga program prioritas Pemerintah Provinsi NTB, yakni penanggulangan kemiskinan, ketahanan pangan, dan penguatan sektor pariwisata.


Melalui program Desa Berdaya, pemerintah juga terus mengalokasikan bantuan bagi keluarga miskin ekstrem agar mampu menghasilkan komoditas pertanian yang berkelanjutan sehingga memperoleh pendapatan di atas garis kemiskinan.


“Banyak program yang bisa kita terus sinergikan dengan HKTI NTB untuk mendukung pembangunan sektor pertanian,” tandasnya.


Sementara itu, Ketua DPD HKTI NTB terpilih, H. Willgo Zainar menegaskan, HKTI akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional dan mendukung visi pembangunan NTB Makmur.


Menurutnya, organisasi akan diperkuat hingga ke tingkat kecamatan, desa, bahkan kelompok tani agar mampu mengawal berbagai program pertanian secara langsung di lapangan. Sinergi dengan akademisi, praktisi, legislatif, dan pemerintah juga akan diperkuat untuk merumuskan program yang menjawab kebutuhan petani di setiap daerah.


Willgo menambahkan, meningkatnya kebutuhan komoditas hortikultura, termasuk untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menjadi peluang besar bagi petani NTB untuk meningkatkan produksi sekaligus mendongkrak pendapatan masyarakat pedesaan.


“Karena itu, kami HKTI di NTB dengan pemerintah daerah akan bersama – sama mengawal program-program strategis di daerah, maupun program strategis nasional Presiden Prabowo – Gibran,” tandasnya. (bul)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO