BerandaNTBLotim Siap Ekspor Perdana Produk Porang ke China

Lotim Siap Ekspor Perdana Produk Porang ke China

Selong (Suara NTB) – Dalam waktu dekat, Bupati Lombok Timur (Lotim) H. Haerul Warisin direncanakan akan melepas perdana ekspor tepung porang ke China. Targetnya, izin ekspor sudah terbit sebelum tanggal 17 Agustus mendatang. Saat ini, sudah ada empat kontainer chip porang yang siap dikirim, tinggal menunggu persetujuan izin karantina dari pusat.


Demikian dikemukakan Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, H. M. Juaini Taofik, kepada Suara NTB, Kamis (6/8/2026). Diketahui, produksi perdana chip dan tepung pirang sudah dilakukan dengan mendatangkan bahan baku dari berbagai daerah.


Sekda mengungkapkan bahwa saat ini pabrik tersebut membutuhkan pasokan hingga 60-80 ton porang per hari. Pemkab Lotim berkomitmen untuk bisa menghadirkan bahan baku agar dapat beroperasi swcata berkesinambungan.


Pemerintah Kabupaten Lotim terus berupaya menjaga keberlangsungan industri porang di daerah dengan mendorong para petani agar lebih bergairah menanam komoditas unggulan ini. Langkah ini diambil menyusul terhentinya operasional pabrik pengolahan porang di Kecamatan Pringgabaya akibat kelangkaan bahan baku.


“Memang kita akui petani porang kita belum bergairah. Pertama, karena dulu belum ada kepastian pembeli, sekarang sudah ada pabriknya. Atau bisa jadi karena kekurangan bibit yang harganya mahal,” ujar Juaini.


Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Lotim akan menyiapkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus bagi petani porang. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Lotim Berantas Rentenir Melalui Kredit Tanpa Bunga (Lotim Berkembang).


“Ke depan, kita akan sambungkan petani porang dengan perbankan, lalu kita menggratiskan bunganya. Seperti di peternakan, eksternalitasnya mencapai Rp96 miliar hanya dengan modal Rp5 miliar. Ini contoh yang baik,” jelas Juaini.


Dengan adanya subsidi bunga yang ditanggung pemerintah, diharapkan petani dapat mengakses modal untuk membeli bibit dan mengembangkan lahannya tanpa terbebani bunga pinjaman.
Sekda Juaini menegaskan bahwa kunci utama agar industri porang tetap berjalan adalah dari sisi hulu, yaitu menjamin ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan. Saat ini, luas lahan porang di Lotim baru mencapai sekitar 400 hektare, masih jauh dari kebutuhan pabrik.


“Kata kuncinya adalah bagaimana sustain dan bagaimana resiliens, artinya punya daya tahan di tengah banyak tekanan. Program-program yang baik kita lanjutkan, syarat untuk berlanjut adalah resiliensi,” pungkas Juaini.


Pemkab Lotim optimistis dengan adanya program KUR berbunga nol dan kepastian pasar melalui pabrik pengolahan serta rencana ekspor, gairah petani untuk menanam porang akan meningkat. Hal ini diharapkan dapat memutus rantai ketergantungan pada pasokan dari luar daerah dan menjadikan porang sebagai motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat dengan jumlah penduduk terbesar di NTB ini. (rus)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO