Praya (Suara NTB) – Ajang balap super car GT World Challenge Asia mulai tahun 2027 mendatang tidak akan mentas lagi di Sirkuit Internasional Mandalika. InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama Mandalika Grand Prix Assocation (MGPA) selaku pengelola Sirkuit Internasional Mandalika pun tengah membangun komunikasi dengan sejumlah promotor ajang balap lainya untuk bisa menghadirkan ajang lainya sebagai pengganti.
Direktur Operasi ITDC Troy R. Warokka, membenarkan kalau GT World Challenge Asia tidak akan digelar di Sirkuit Internasional Mandalika tahun depan. Ia mengatakan pencoretan Sirkuit Internasional Mandalika sebagi host ajang GT World Challenge Asia sepenuhnya menjadi kewenangan pihak protomor.
Dalam hal ini pihak promotor tentu punya alasan dan pertimbangan tersendiri tidak menggelar ajang GT World Challenge Asia di Sirkuit Internasional Mandalika. “Soal penyelenggara GT World Challenge (Asia) sepenuhnya keputusan ada di pihak promotor,” sebutnya, dikonfirmasi Suara NTB di Sirkuit Internasional Mandalika, Minggu (9/8/2026).
Pihaknya sebelumnya sudah berkomunikasi. Termasuk melakukan lobi dan sebagainya untuk memastikan ajang GT World Challenge Asia tetap diselenggarakan di Sirkuit Internasional Mandalika. Tapi kembali lagi, semua keputusan ada di pihak promotor. “Kalau dari sisi kami tidak ada masalah,” ujar Troy.
ITDC Tidak Tahu Alasan Sirkuit Mandalika Dicoret
Ia pun mengaku tidak begitu tahu persis alasan spesifik dari pihak promotor untuk tidak lagi menggelar ajang GT World Challenge Asia di Indonesia. Bisa jadi karena memang kondisi geo politik global yang membuat pihak promotor harus berhitung ulang untuk menyelenggarakan ajang GT World Challenge Asia di Sirkuit Internasional Mandalika. Bukan sepenuhnya karena persoalan kondisi di dalam negeri.
Pasalnya, untuk menyelenggaraan ajang seperti GT World Challenge Asia butuh biaya akomodasi yang tidak sedikit. Dan, itu jadi tantangan tersendiri di tengah kondisi ekonomi global yang sedang tidak baik. Termasuk mungkin juga karena pertimbangan rotasi tuan rumah penyelenggaraan ajang GT World Challenge Asia.
“Tapi yang paling penting, ini bukan berarti kemunduran. Justru ini bisa menjadi momentum untuk kita memikirkan kembali ajang apa yang akan dihadirkan sebagai pengganti. Paling tidak ajang dengan level yang sama. Bahkan, bila perlu levelnya lebih tinggi,” terangnya.
Disinggung apakah sudah ada gambaran event apa yang akan dihadirkan sebagai pengganti GT World Challenge Asia, Troy mengaku belum ada. Karena fokus pihaknya saat ini yakni mensukseskan ajang MotoGP terlebih dahulu.
“Semoga saja kondisi global bisa segera membaik. Sehingga semakin banyak event yang bisa digelar di Indonesia, khususnya lagi di Sirkuit Internasional Mandalika,” pungkasnya. (kir)

