Taliwang (Suara NTB) –
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus mendorong pemerataan akses telekomunikasi di seluruh wilayah. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat koordinasi bersama pemerintah pusat, lembaga teknis, hingga penyelenggara jaringan telekomunikasi.
Kepala Diskominfo KSB, Dedy Damhudy M. Khatim, mengatakan pihaknya secara rutin berkoordinasi dengan sejumlah pihak, di antaranya Kementerian Dalam Negeri, Balai Monitoring Frekuensi Radio (Balmon), Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), serta operator telekomunikasi.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk mempercepat perluasan jaringan, terutama di wilayah yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses komunikasi dan internet.
“Upaya pemerataan telekomunikasi terus kami lakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak. Kami ingin wilayah yang masih lemah sinyal dapat segera ditangani,” kata Dedy, Selasa (11/8).
Diskominfo KSB baru-baru ini berkoordinasi dengan Balmon Kelas II Mataram. Pertemuan tersebut membahas persiapan pembaruan data wilayah yang masih mengalami kondisi susah sinyal atau blank spot.
Menurut Dedy, pembaruan data menjadi langkah penting agar penanganan tidak hanya berdasarkan laporan, tetapi juga mengacu pada kondisi faktual di lapangan. Data tersebut nantinya digunakan sebagai dasar untuk menentukan langkah penanganan yang lebih tepat sasaran.
Diskominfo dan Balmon juga siap bersinergi dalam melakukan pemetaan kualitas layanan telekomunikasi di seluruh wilayah KSB. Pemetaan diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi jaringan, termasuk wilayah yang membutuhkan peningkatan layanan.
“Data hasil updating ini akan menjadi acuan dalam merumuskan strategi penanganan, termasuk dalam berkoordinasi dengan penyelenggara layanan telekomunikasi dan instansi terkait,” jelas mantan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan (DKP) KSB ini.
Ia menegaskan, pemerataan akses telekomunikasi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sinyal. Infrastruktur komunikasi yang memadai juga menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan publik, aktivitas ekonomi masyarakat, pendidikan, hingga percepatan transformasi digital di daerah.
Karena itu, Diskominfo menargetkan wilayah yang saat ini masih terdata mengalami keterbatasan atau kelemahan sinyal dapat ditangani secara bertahap hingga 2027.
“Target kita wilayah yang terdata lemah sinyal dapat teratasi pada 2027. Tentunya ini membutuhkan sinergi dengan semua pihak, karena pembangunan dan peningkatan layanan telekomunikasi tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah,” imbuh Dedy. (bug/*)
(Suara NTB/ist)
FOTO BERSAMA – Kepala Dinas Kominfo KSB, Dedy Damhudy M. Khatim (tengah) didampingi Kabid APTIK, Nuari Zamakhsyari (kanan) foto bersama pihak Balmon Kelas II Mataram saat koordinasi pekan lalu. Kejar Pemerataan Sinyal
Diskominfo KSB Targetkan Kawasan Blank Spot Tuntas 2027
Taliwang (Suara NTB) –
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus mendorong pemerataan akses telekomunikasi di seluruh wilayah. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat koordinasi bersama pemerintah pusat, lembaga teknis, hingga penyelenggara jaringan telekomunikasi.
Kepala Diskominfo KSB, Dedy Damhudy M. Khatim, mengatakan pihaknya secara rutin berkoordinasi dengan sejumlah pihak, di antaranya Kementerian Dalam Negeri, Balai Monitoring Frekuensi Radio (Balmon), Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), serta operator telekomunikasi.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk mempercepat perluasan jaringan, terutama di wilayah yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses komunikasi dan internet.
“Upaya pemerataan telekomunikasi terus kami lakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak. Kami ingin wilayah yang masih lemah sinyal dapat segera ditangani,” kata Dedy, Selasa (11/8).
Diskominfo KSB baru-baru ini berkoordinasi dengan Balmon Kelas II Mataram. Pertemuan tersebut membahas persiapan pembaruan data wilayah yang masih mengalami kondisi susah sinyal atau blank spot.
Menurut Dedy, pembaruan data menjadi langkah penting agar penanganan tidak hanya berdasarkan laporan, tetapi juga mengacu pada kondisi faktual di lapangan. Data tersebut nantinya digunakan sebagai dasar untuk menentukan langkah penanganan yang lebih tepat sasaran.
Diskominfo dan Balmon juga siap bersinergi dalam melakukan pemetaan kualitas layanan telekomunikasi di seluruh wilayah KSB. Pemetaan diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi jaringan, termasuk wilayah yang membutuhkan peningkatan layanan.
“Data hasil updating ini akan menjadi acuan dalam merumuskan strategi penanganan, termasuk dalam berkoordinasi dengan penyelenggara layanan telekomunikasi dan instansi terkait,” jelas mantan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan (DKP) KSB ini.
Ia menegaskan, pemerataan akses telekomunikasi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sinyal. Infrastruktur komunikasi yang memadai juga menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan publik, aktivitas ekonomi masyarakat, pendidikan, hingga percepatan transformasi digital di daerah.
Karena itu, Diskominfo menargetkan wilayah yang saat ini masih terdata mengalami keterbatasan atau kelemahan sinyal dapat ditangani secara bertahap hingga 2027.
“Target kita wilayah yang terdata lemah sinyal dapat teratasi pada 2027. Tentunya ini membutuhkan sinergi dengan semua pihak, karena pembangunan dan peningkatan layanan telekomunikasi tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah,” imbuh Dedy. (bug/*)

