BerandaNTBLOMBOK BARATFraksi PKB Lobar Sidak Gedung SMKN 1 Gerung yang Rawan Ambruk

Fraksi PKB Lobar Sidak Gedung SMKN 1 Gerung yang Rawan Ambruk

- Advertisement -

Giri Menang (Suara NTB) – Wakil Ketua DPRD Lombok Barat (Lobar), TGH. Hardiyatullah dari Fraksi PKB turun sidak ke SMKN 1 Gerung pada Selasa (11/8/2026). Langkah ini dilakukan Ketua DPC PKB Lobar itu, merespons keluhan pihak sekolah terkait kondisi gedung yang rusak berat hingga rawan ambruk.


Dari hasil sidak itu, Fraksi PKB pun melobi Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani untuk menangani sekolah di tengah ibu kota tersebut.


Wakil Ketua DPRD Lobar ditemani Kepala SMKN 1 Gerung Hj. Erni Zuhara dan Wakil Kepala SMKN 1 Gerung melihat kondisi sejumlah ruangan kelas yang rusak. Beberapa ruangan bagian atapnya lapuk, bocor, dan plafonnya jebol. Jendela ruang kelas tampak tidak utuh dan tanpa kaca. Kondisi ruangan ini sangat membahayakan siswa dan guru yang sedang belajar di kelas tersebut.


Hardiyatullah mengatakan, pihaknya turun melihat kondisi ruang belajar atau kelas SMKN 1 Gerung. “Dan apa yang kami lihat secara langsung kondisi sangat memperihatinkan, termasuk rusak berat ini,” kata dia.


Hal ini tentunya menjadi atensinya dan selanjutnya menyampaikan aspirasi pihak sekolah terkait penanganan sarana prasarana pendidikan tersebut. Ia pun langsung menghubungi staf ahli dari Wakil Ketua Komisi X yang bermitra dengan Kementerian Pendidikan. “Dan kita diupayakan untuk penanganan Gedung SMKN 1 Gerung ini pada tahun 2027,” tegasnya.


Pihaknya pun mengupayakan agar usulan itu bisa masuk secepatnya sehingga bisa ditangani pada awal tahun depan atau bulan Januari 2027. Selain DPR RI, pihaknya juga akan menyampaikan ke Fraksi PKB di DPRD NTB, sebab SMK menjadi ranah dari provinsi. “Tanggung jawab kami juga di DPRD Lobar menyuarakan aspirasi ke DPRD NTB,” imbuhnya.


Menurutnya, sekolah ini mendesak ditangani karena kondisi tidak layak. Sementara siswa dan guru butuh kenyamanan dan keamanan dalam belajar. Sementara itu, Kepala SMKN 1 Gerung, Hj. Erni Zuhara mengatakan bahwa sebanyak lima ruangan rusak berat. Hal ini berdasarkan hasil analisis dari konsultan.


“Ini membutuhkan penanganan segera, karena terkait dengan kenyamanan dan keselamatan anak-anak kita yang belajar,” jelasnya.


Selain lima ruangan rusak parah, sekolah itu juga mengalami kekurangan 16 ruang atau Ruang Kelas Baru (RKB), sehingga sebagian siswa belajar di ruangan darurat. (her)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO