Mataram (Suara NTB) – Wakil Bupati Lombok Barat, Nurul Adha mengakui ditanya banyak hal dalam pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTB, Kamis (13/8/2026).
Nurul Adha yang ditemui pada jam istirahat, salat, dan makan (isoma) mengaku banyak ditanya soal tupoksinya sebagai Wabup Lombok Barat. Ia mengkonfirmasi pemeriksaanya berkaitan dengan kasus korupsi yang melibatkan Bupati Lobar nonaktif, Lalu Ahmad Zaini (LAZ).
“(Pertanyaan krusial) seputar tupoksi saya sebagai wabup. Termasuk pengadaan barang dan jasa, sekitar kantor dan pendopo,” jelasnya.
Komisi anti rasuah itu juga turut bertanya kepadanya perihal PT AMGM. Juga perihal proyek yang berjalan semasa jabatan LAZ dan dirinya.
“Masalah proyek saya tidak tahu, saya tidak dilibatkan. Syukurnya sekarang sudah dilibatkan alhamdulillah,” tuturnya.
KPK juga menanyakannya bagaimana hubungan dirinya dengan LAZ. “Juga dengan Pak Dirut (Sudirman) yang telah diberhentikan kenal apa tidak. Normatif saja,” tambahnya.
Adapun soal desas-desus adanya penambahan tersangka kasus korupsi yang ditangani KPK itu, Adha enggan berkomentar.
“Saya tidak tahu, saya tidak mau mengembangkan dugaan. Kita harus dukung proses hukum,” tandasnya. (mit)


