Dompu (Suara NTB) – Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE., menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada sejumlah kelompok tani di Gudang Pertanian, Kelurahan Monta Baru, Kecamatan Woja, Rabu (19/8/).
Bantuan yang bersumber dari Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Dompu tersebut, terdiri dari 38 unit hand tractor, dua unit combine harvester dan satu unit traktor roda empat.
Penyerahan turut dihadiri Dandim 1614/Dompu Letkol CZI Dedi Tri Sulistyo, S.IP., Pj Sekda Dompu H. Khaerul Insyan, SE., MM., sejumlah kepala OPD, Camat Woja Edison Sangaji, SH., serta para ketua kelompok tani penerima bantuan.
Bambang mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Menurutnya, Dompu merupakan salah satu daerah penyangga pangan nasional dan tahun ini kembali mengalami surplus produksi pangan. “Dompu merupakan salah satu daerah penyangga pangan nasional. Tahun ini kita mengalami surplus, sehingga Dompu menjadi salah satu sentra pangan nasional,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta Dinas Pertanian tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan pendampingan kepada petani, termasuk pemanfaatan dan perawatan Alsintan hingga proses panen. “Alat ini saya ingin pastikan sampai kepada petani yang sesungguhnya agar dapat digunakan sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Bambang berharap pemanfaatan Alsintan secara tepat dapat mempercepat pengolahan lahan dan panen, meningkatkan efisiensi biaya serta mengurangi ketergantungan terhadap pola pertanian konvensional.
Seluruh bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor pertanian dan mempertahankan Dompu sebagai salah satu sentra pangan nasional.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Dompu, Syahrul Ramadhan, SP., mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Penyediaan dan Pembangunan Prasarana Pertanian Tahun Anggaran 2026 melalui anggaran Pokir DPRD Dompu.
Ia juga mengajak insan pers dan LSM ikut mengawasi pemanfaatan bantuan pertanian. Namun, pengawasan diminta dilakukan secara objektif dan konstruktif agar program benar-benar memberi manfaat bagi kelompok tani. “Pengawasan penting, tetapi harus dilakukan secara objektif dan konstruktif,” ujarnya.
Bantuan secara simbolis antara lain diterima Kelompok Tani Nangka III Desa Matua dan Tolo Temba I Desa Anamina berupa combine harvester, Kelompok Tani Ngawa Sama Desa Doropeti berupa traktor roda empat, serta Kelompok Tani Pede Mele Desa Calabai dan Rasabou Desa Rasabou berupa hand tractor.
“Terima kasih kepada para petani yang telah menjadi pahlawan pangan,” ungkapnya. (ula)


