Dompu (Suara NTB) – Rencana pembentukan Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Tambora oleh Kementerian Pertanian mulai menunjukkan progres. Pemerintah pusat kini tengah menyiapkan naskah urgensi. Sementara Pemerintah Kabupaten Dompu telah menyerahkan data pendukung sebagai persyaratan.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Ilham, SP., kepada Suara NTB kemarin mengungkapkan, rencana pembentukan BPTU-HPT Tambora masih dalam tahap persiapan. Namun, Kementerian Pertanian RI telah memiliki komitmen untuk segera mewujudkan balai tersebut berdasarkan hasil kunjungan Bupati Dompu, Bambang Firdaus beberapa bulan lalu.
Sebagai tindak lanjut, Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Denpasar pada 15 April 2026 telah menyurati Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu. Surat tersebut meminta dukungan data dan dokumen untuk penyusunan Naskah Urgensi Rencana Pembentukan BPTU-HPT Tambora.
Data yang diminta antara lain luas lahan padang penggembalaan dan kawasan peternakan di Kabupaten Dompu, populasi ternak berdasarkan jenis selama 2021-2025, serta data pemasukan dan pengeluaran ternak periode 2020-2025.
Selain itu, diminta data produksi daging tahun 2021-2025, sumber pakan ternak termasuk potensi limbah pertanian, laporan tahunan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu tahun 2024 dan 2025, serta dokumen Renstra Kabupaten Dompu 2025-2029.
“Surat permintaan itu sudah kita balas dengan mengirimkan data yang diminta. Kita berharap, pembentukan BPTU-HPT ini bisa segera diwujudkan agar kita tidak lagi bergantung ke BPTU-HPT Denpasar dan bisa mengembangkan sumber daya kita sendiri,” ungkap Ilham.
Keberadaan BPTU-HPT Tambora dinilai strategis bagi pengembangan sektor peternakan Dompu. Selain mendukung penyediaan bibit ternak unggul dan hijauan pakan, keberadaan UPT Kementerian Pertanian di daerah akan memperpendek koordinasi teknis antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Ilham menambahkan, saat kunjungan Bupati Dompu diterima Direktur Hilirisasi Peternakan, Dr. drh. Makmun, M.Sc dan Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Dr. Harry Suhada, S.Pt., M.Sc., IPU. Pertemuan membahas akselerasi sejumlah program prioritas sektor peternakan di Kabupaten Dompu.
Saat itu, Makmun menyampaikan perhatian Kementerian Pertanian terhadap potensi peternakan Dompu cukup besar. Salah satu pertimbangannya adalah keberadaan kawasan pelepasan ternak Doro Ncanga yang luas serta populasi ternak yang terus berkembang.
Potensi tersebut menjadi salah satu dasar bagi Kementerian Pertanian untuk mendorong pembentukan UPT tersendiri berupa BPTU-HPT Tambora. Dengan keberadaan balai tersebut, koordinasi program peternakan antara Kabupaten Dompu dan Kementerian Pertanian diharapkan menjadi lebih dekat dan cepat.
Pihaknya berharap ini menjadi momentum memperkuat posisi Dompu sebagai salah satu sentra peternakan, sekaligus mengoptimalkan potensi kawasan penggembalaan, pembibitan ternak dan sumber pakan yang dimiliki daerah. (ula)


