BerandaEKONOMIBerawal dari Facebook, Anyaman Ketak Fatih Craft Lombok Tembus Ketatnya Pasar Internasional

Berawal dari Facebook, Anyaman Ketak Fatih Craft Lombok Tembus Ketatnya Pasar Internasional

- Advertisement -


Mataram (Suara NTB) – Tak ada yang menyangka, perkenalan melalui Facebook menjadi pintu bagi produk anyaman ketak asal Lombok menembus pasar internasional. Berawal dari usaha yang selama bertahun-tahun hanya menyasar pasar lokal, PT Fatih Craft Lombok kini mampu mengirim produk home décor ke berbagai negara di dunia.


Kisah inspiratif ini datang dari H. Sapriadi, pemilik PT Fatih Craft Lombok. Pemilik tiga kontainer home décor anyaman ketak yang diekspor ke Jerman, Belgia dan Malaysia, yang dilepas Pemerintah Provinsi NTB, Senin, 24 Agustus 2026, oleh Ketua Dekranasda NTB, Hj. Sinta Iqbal, bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB, H. Lalu Wiranata, serta stakeholder terkait.


Perjalanan usahanya tidak berlangsung instan. Berbagai tantangan dan rintangan harus dilalui sebelum produk kerajinan Lombok mampu menembus pasar global. Sapriadi menceritakan, usaha kerajinan mulai digelutinya sejak 2011. Selama hampir satu dekade, produk Fatih Craft Lombok masih dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, Jawa, Jakarta, dan Bali.


Baru pada 2021, ia mulai mengambil langkah lebih besar dengan melakukan ekspansi ke pasar internasional. “Karena saya bermimpi produk Lombok ini langsung dikenal oleh negara luar,” kata Sapriadi.


Untuk mewujudkan mimpi tersebut, berbagai cara dilakukan. Selain membangun jaringan secara mandiri, Fatih Craft juga bekerja sama dengan pemerintah dan mengikuti berbagai kegiatan promosi serta pameran untuk memperkenalkan produk kerajinan Lombok ke pasar luar negeri.


Salah satu titik balik terjadi ketika Sapriadi berkenalan dengan calon pembeli asal Jerman melalui Facebook pada 2022. Dari komunikasi di media sosial itu, keduanya kemudian sepakat bertemu. Sapriadi bahkan mengundang calon pembeli tersebut datang langsung ke Lombok.


“Awalnya mereka tidak mau ke Lombok, mau sampai ke Bali. Tapi kami lobi sehingga mereka mau ke Lombok,” ceritanya.


Pertemuan tersebut menjadi awal kerja sama. Setelah melihat langsung proses produksi dan berdiskusi mengenai produk, pembeli asal Jerman itu akhirnya melakukan pemesanan.


Dari komunikasi sederhana melalui Facebook, jaringan pasar Fatih Craft Lombok kemudian berkembang ke negara lain.


Untuk pasar Belgia, Sapriadi memperoleh informasi calon pembeli dari seorang teman. Ia kemudian mencari kontak perusahaan tersebut melalui internet dan menghubunginya secara langsung.


Komunikasi itu berbuah hasil. Pihak pembeli di Belgia kemudian meminta perwakilannya di Indonesia menghubungi Fatih Craft Lombok hingga akhirnya terjadi pemesanan.


Sementara pasar Malaysia diperoleh melalui pameran yang digelar Kementerian Perdagangan di Jakarta. Pertemuan dalam pameran itu membuka peluang kerja sama hingga produk Fatih Craft Lombok diminati pasar Malaysia.
Sejak mulai melakukan ekspor pada 2023, Fatih Craft Lombok terus memperluas pasar. Hingga kini, perusahaan tersebut telah melakukan beberapa kali pengiriman ke tiga negara.


“Untuk saat ini yang kelima,” kata Sapriadi ketika ditanya mengenai jumlah pengiriman ekspornya.


Jerman menjadi salah satu pasar utama dengan frekuensi pengiriman paling banyak. Hingga ekspor kali ini, Fatih Craft Lombok telah melakukan lima kali pengiriman ke Jerman. Sementara pengiriman ke Belgia telah memasuki kali kedua dan Malaysia kali keempat.


Sapriadi mengatakan, permintaan dari para pembeli luar negeri sejauh ini masih dapat dipenuhi. Produksi disesuaikan dengan pesanan dan target waktu yang diberikan pembeli.


“Sesuai permintaan buyer, kita penuhi targetnya. Karena mempunyai target waktu, sehingga harus kita penuhi target waktu yang sudah diberikan kepada kita,” jelasnya. (bul)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO