BerandaNTBKOTA BIMADamkar Kota Bima Masih Kekurangan Armada

Damkar Kota Bima Masih Kekurangan Armada

- Advertisement -

Kota Bima (Suara NTB) – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bima masih kekurangan armada untuk menunjang pelayanan pemadaman dan penyelamatan. Saat ini, empat mobil pemadam yang dimiliki dinilai belum memadai, terlebih sebagian kendaraan tersebut sudah berusia tua.

Kepala Dinas Damkar Kota Bima Abdul Rafik, ST., mengatakan idealnya Kota Bima memiliki tambahan dua hingga tiga mobil pemadam. Tambahan armada dibutuhkan agar pelayanan tetap berjalan ketika terjadi lebih dari satu kebakaran dalam waktu berdekatan.

“Masih sangat kurang. Masih kurang, apalagi dengan posisi yang kendaraan-kendaraan yang sudah lama,” katanya pada, Selasa (25/8).

Menurutnya, armada tidak bisa seluruhnya dikerahkan ke satu lokasi ketika terjadi kebakaran. Damkar tetap harus menyisakan kendaraan di markas untuk mengantisipasi laporan lain yang sewaktu-waktu masuk.

“Idealnya kalau idealnya untuk mobil, karena ini mobil tua, kami perlu sekitar dua atau tiga lagi. Untuk saling mem-backup,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya menghitung ketersediaan armada agar beberapa kejadian di wilayah berbeda tetap dapat ditangani. Persoalan itu semakin terasa ketika kebakaran terjadi di lokasi yang jauh dari markas atau berada di kawasan dengan medan menanjak.

Selain armada, Damkar juga masih membutuhkan penambahan sarana dan prasarana penyelamatan. Peralatan tersebut menjadi bagian penting karena petugas tidak hanya dituntut mampu menangani kebakaran, tetapi juga harus terlindungi selama menjalankan operasi.

“Bagaimana mungkin kami menyelamatkan orang, tapi keselamatan aparatur juga terbengkalai. Nah, memang peralatan-peralatan masih perlu banyak yang harus dilengkapi untuk penyelamatan,” katanya.

Untuk mempercepat penanganan, Damkar menerapkan target waktu respons maksimal 15 menit bagi wilayah yang masuk dalam Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK). Namun, target tersebut lebih sulit dicapai untuk wilayah di luar WMK, terutama yang berjarak jauh dan memiliki akses menanjak.

Meski masih menghadapi keterbatasan sarana, Damkar memastikan personelnya tetap siaga sepanjang waktu. Layanan pemadaman dan penyelamatan dibuka 24 jam untuk merespons laporan masyarakat.

“Kalau urusan kebakaran dan penyelamatan kami siap selalu setiap hari dan 24 jam siap untuk memberikan respon kepada masyarakat ataupun memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya. (hir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO