Praya (Suara NTB) – Donasi untuk korban kebakaran kampung adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng) terus mengalir dari berbagai pihak. Selain dalam bentuk barang dan bahan makanan pokok, bantuan yang masuk juga dalam bentuk uang. Pemerintah daerah pun memastikan seluruh proses pengelolaan bantuan yang masuk dilakukan secara transparan dan terbuka.
Dalam hal ini pemerintah daerah turut melibatkan aparat kepolisian serta TNI untuk membantu pengawasan pengelolan bantuan. “Bantuan yang masuk diserahkan pengelolaan BPBD. Diawasi TNI dan kepolisian,” sebut Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri, S.I.P.M.A.P., saat ditemui di posko penanganan kebakaran kampung adat Sade, Rabu (26/8).
Ia pun meminta masyarakat tetap tenang dan tidak perlu khawatir terkait bantuan yang ada. Pihaknya memastikan bantuan yang masuk akan diperuntukan sepenuhnya untuk kepentingan warga terdampak kebakaran. “Ini amanah orang banyak. Maka kita pastikan tersalurkan kepada yang memang membutuhkan,” tegas Pathul.
Kenapa kemudian pemerintah daerah sampai harus turun tangan menangani bantuan yang ada, tidak langsung disalurkan ke warga terdampak? karena bantuan yang masuk cukup banyak. Ini menandakan tingginya kepedulian masyarakat luar terhadap musibah kebakaran yang melanda kampung adat Sade.
Untuk bantuan dana saja, beberapa sumbangan yang masuk dalam nominasi cukup besar. Misalnya, dari grup The Dudas sekitar Rp1 miliar. Kemudian dari Sapo Development, investor mitra ITDC di kawasan The Mandalika menyumbang sekitar Rp2 miliar. Ada juga dari Wakil Ketua DPR RI Hj. Sari Yuliati sebesar Rp200 juta dan dari beberapa pihaknya lainnya.
Belum lagi bantuan dalam bentuk barang yang saat ini disimpan sementara waktu di gudang Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Rembitan, untuk keamanan. “Sehingga penting untuk diatur supaya pengelolaan dan penyalurannya tepat. Karena ini menyangkut amanah orang banyak,” tegasnya kembali.
Disinggung nilai bantuan yang sudah masuk, Asisten II Setda NTB H. Lalu Moh. Faosal menambahkan, sampai sejauh ini masih dilakukan pendataan. Dan, hampir setiap waktu ada saja bantuan yang masuk. Baik itu berupa barang maupun dana.
“Tapi kita pastikan pengelolaan bantuan dilakukan secara transparan. Nanti berapa jumlah bantuan yang masuk dan apa saja jenisnya akan dipublis. Sebagai bentuk keterbukaan dan pertanggungjawabkan kepada publik” tambahnya. (kir)


