Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 pada, Senin (31/8). Peringatan hari jadi ibu kota Provinsi NTB “Merawat Kota, Menumbuhkan Harapan“.
Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, S.Sos., M.H., menyampaikan, tiga puluh tiga tahun bukan sekadar perjalanan waktu. Ini adalah perjalanan sebuah kota dalam membangun dirinya, menghadapi perubahan, menjawab tantangan, dan memberikan ruang bagi masyarakatnya untuk tumbuh.
Karena itu, setiap peringatan hari ulang tahun sesungguhnya menjadi kesempatan untuk melihat perjalanan tersebut secara lebih utuh.
Menurutnya, setiap peringatan hari ulang tahun sesungguhnya menjadi kesempatan untuk melihat perjalanan tersebut secara lebih utuh. “Apa yang telah dicapai, apa yang telah berubah dan ke mana kita akan membawa Kota Mataram selanjutnya,” kata Wali Kota dalam sambutannya.
Dikatakan, pembangunan Kota Mataram telah memberikan hasil yang nyata. Sepanjang tahun 2025, ekonomi Kota Mataram tumbuh 5,43 persen. Pada saat yang sama, angka kemiskinan turun menjadi 7,15 persen, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,80persen dan indeks pembangunan manusia meningkat menjadi 82,37 poin. Capaian tersebut memiliki arti yang lebih besar.
Pertumbuhan ekonomi menunjukkan semakin bergeraknya aktivitas ekonomi masyarakat. Penurunan kemiskinan menunjukkan semakin banyak keluarga yang memiliki kesempatan memperbaiki kehidupannya. Sementara, peningkatan IPM menunjukkan semakin baiknya kualitas manusia yang menjadi kekuatan utama Kota Mataram.
”Inilah ukuran penting keberhasilan pembangunan. Sejauh mana kemajuan kota mampu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakatnya,” ujarnya.
Dikatakan Wali Kota, kemajuan tersebut juga tercermin dari berbagai penghargaan yang diraih Kota Mataram dalam satu tahun terakhir. Mataram ditetapkan sebagai Kota Antikorupsi dengan kategori Istimewa, meraih Indeks Pelayanan Publik dengan kategori Sangat Baik, serta dinobatkan sebagai Kota Sangat Inovatif dalam IGA Award.
Kota Mataram juga meraih TPID Award sebagai Kota Berkinerja Terbaik di Kawasan Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua, serta berhasil mempertahankan opini WTP untuk yang ke-12 kalinya secara berturut- turut.
“Berbagai capaian tersebut tentu patut kita apresiasi. Namun, penghargaan dan setiap capaian ini, harus menjadi pijakan untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik dan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat,” katanya mengingatkan.
Wali Kota dua periode ini menambahkan, tahun ini Pemerintah Kota Mataram memperingati HUT Kota Mataram dengan tema “Merawat Kota, Menumbuhkan Harapan”. Tema ini mengandung pesan penting tentang bagaimana sebuah kota harus dibangun dan dikembangkan.
Sebuah kota tidak cukup hanya dibangun. Kota juga harus dirawat.
Ia menegaskan bahwa yang dirawat bukan hanya jalan, gedung, taman, dan ruang publik, tetapi juga kehidupan yang tumbuh di dalamnya.
Lingkungan harus dijaga, budaya dipelihara,pelayanan terusdiperbaiki, ekonomi terus dikembangkan, dan yang paling penting,kualitas kehidupan masyarakat terus ditingkatkan.
“Sebab pada akhirnya, kualitas sebuah kota tercermin dari kualitas kehidupan masyarakatnya. Ketika masyarakat memperoleh pendidikan yang baik, pelayanan kesehatan yang layak, kesempatan kerja yang lebih luas dan peluang untuk meningkatkan kesejahteraannya, maka di situlah kita sedang menumbuhkan harapan anak-anak Kota Mataram,” jelasnya.
Dikatakan, Mataram memiliki kedudukan yang sangat penting sebagai ibu kota provinsi. Mataram menjadi pusat pendidikan, perdagangan, kesehatan, kebudayaan, dan berbagai aktivitas ekonomi yang menghubungkan masyarakat dari seluruh wilayah NTB. Karena itu, kemajuan Mataram memiliki arti penting bagi kemajuan Nusa Tenggara Barat secara keseluruhan. (cem/*)


