Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa kembali mengusulkan beberapa wilayah yang belum terlayani jaringan listrik untuk diintervensi melalui program listrik masuk desa (Lisdes) yang dicanangkan Perusahaan Listrik Negara. Salah satunya Desa Matemega yang berada di Kecamatan Alas.
“Kita sudah usulkan untuk Desa Matemega bisa diintervensi jaringan listrik di tahun 2027. Kami berharap usulan tersebut bisa disetujui sehingga Sumbawa ‘terang’ bisa terwujud,” kata Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida Kabupaten Sumbawa, Kaharuddin kepada Suara NTB, Jumat (4/9).
Ia melanjutkan, berdasarkan data sekitar 500 kepala keluarga (KK) tinggal di Desa tersebut, yang hingga saat ini belum merasakan listrik dari PLN. Selama ini, fasilitas penerangan yang ada di desa menggunakan genset serta mengandalkan listrik dari panel tata surya.
PLN sebutnya,juga sudah memberikan respon yang baik atas usulan yang dilakukan pemerintah daerah. Salah satunya dengan meminta jalur yang digunakan untuk pemasangan tiang listrik. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya pergeseran tiang.
“Mereka sudah meminta kepastian jalur yang digunakan untuk proses pemasangan tiang listrik nantinya. Hal itu penting supaya tidak terjadi seperti saat ini karena ada beberapa titik yang dilakukan pergeseran tiang karena adanya pelebaran jalan,” ucapnya.
Pemerintah juga memastikan akan siap memfasilitasi PLN untuk proses peminjaman kawasan hutan ke Kementerian Kehutanan RI sebagai lokasi pemasangan tiang nantinya. Hal itu dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam melayani masyarakat yang belum merasakan aliran listrik dari PLN.
Disinggung terkait program Lisdes di tahun 2026, Kahe sapaan akrabnya menyebutkan saat ini ada lima desa yang akan diintervensi. Empat desa di Kecamatan Batulanteh, Desa Bao Desa, Tangkampulit, Baturotok, Tepal dan satu desa di Kecamatan Orong Telu yakni Desa Mungkin.
“Lima desa ini ditargetkan nyala pada bulan Desember 2026. Kami di pemerintah siap memfasilitasi kebutuhan untuk membawa material ke lokasi pemasangan tiang,” katanya. (ils)



