BerandaNTBKOTA MATARAMHarus Dibaringi Pengawasan Ketat

Harus Dibaringi Pengawasan Ketat

RENCANA penataan ratusan pedagang di Pasar Kebon Roek Ampenan, Kota Mataram, mendapat perhatian dari DPRD Kota Mataram. Penataan dinilai tidak cukup hanya dengan memindahkan atau mengatur lokasi berjualan, tetapi harus dibarengi pengawasan ketat agar kawasan pasar tetap tertib dan tidak kembali semrawut.

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Mataram, H. Muhtar, SH., mengatakan, penataan Pasar Kebon Roek sebenarnya telah menjadi wacana sejak lama. Namun, berbagai upaya penataan sebelumnya dinilai belum memberikan hasil maksimal karena persoalan pengawasan setelah penataan masih menjadi tantangan.

“Memang harus ada terobosan-terobosan kalau memang ingin menata. Jangan sampai kita menata, tapi kemudian yang timbul justru seperti yang sekarang kita lihat,” kata Muhtar kepada Suara NTB melalui sambungan  telepon, Minggu (6/9) .

Menurutnya, penataan harus dilakukan secara berkelanjutan. Pemerintah tidak boleh hanya melakukan penataan kemudian melepas pengawasan. Sebab, tanpa pengawasan yang konsisten, kondisi pasar berpotensi kembali seperti sebelum dilakukan penataan.

“Penataan harus dibarengi dengan pengawasan yang ketat. Jangan hanya ditata kemudian dilepas. Ini salah satu yang harus diperhatikan dan menjadi perhatian khusus dinas terkait,” ujarnya.

Muhtar berharap, kehadiran kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram yang baru dapat membawa terobosan dalam melakukan pembenahan pasar. Menurutnya, persoalan yang perlu ditangani bukan hanya pedagang di Pasar Kebon Roek, tetapi juga kawasan pasar ikan yang disebutnya perlu mendapat perhatian.

Ia mengaku menerima sejumlah laporan masyarakat terkait adanya dugaan penguasaan lapak atau kawasan tertentu oleh segelintir pihak. Kondisi tersebut, kata dia, juga perlu menjadi perhatian pemerintah agar pengelolaan pasar berjalan secara adil.

“Bukan hanya penataan Pasar Kebon Roek saja sebenarnya yang kita inginkan. Ada pasar ikan juga yang perlu ditata. Ada beberapa laporan dari masyarakat yang hanya dikuasai oleh segelintir orang. Ini juga perlu mendapatkan perhatian khusus,” jelas politisi Partai Gerindra ini.

Terkait rencana pemindahan pedagang ke dalam area pasar, Muhtar menilai keberadaan banyak pedagang justru merupakan salah satu indikator bahwa pasar tersebut memiliki daya tarik.

Menurutnya, semakin banyak pedagang yang beraktivitas, semakin banyak pula pilihan bagi konsumen. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat membuat pasar menjadi lebih ramai dan berkembang.

“Justru semakin banyak para pedagang kita, itu semakin bagus pasar, semakin ramai. Berarti konsumen juga semakin banyak dan semakin banyak pilihan konsumen,” katanya.

Karena itu, ia meminta pemerintah tidak melihat penataan hanya dari sisi ketertiban dan pemanfaatan ruang. Aspek kenyamanan konsumen, akses menuju lokasi pedagang, hingga potensi penurunan omzet juga harus diperhitungkan.

Muhtar memahami kekhawatiran pedagang yang berpotensi kehilangan pembeli setelah dipindahkan ke lokasi baru. Menurutnya, pemerintah perlu melakukan kajian matang sebelum menerapkan kebijakan tersebut agar penataan tidak justru membuat pedagang mengalami kerugian.

“Kalau sekarang dipindah ke tempat yang lebih ini kemudian omzetnya berkurang, ini juga menjadi bahan evaluasi yang harus dilakukan. Jangan sampai para pedagang kaki lima kita menjadi bosan kemudian modalnya habis karena tidak memenuhi standar omzet yang mereka dapat,” ujarnya. (fit)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN










VIDEO