Mataram (Suara NTB) – KPU Provinsi NTB mengenalkan demokrasi, pemilu, dan kebebasan berpendapat kepada siswa kelas X SMA Negeri 1 (Smansa) Mataram melalui kegiatan ko-kurikuler Pendidikan Demokrasi. Kegiatan ko-kurikuler tersebut membahas pentingnya kebebasan berpendapat dan suara pemuda dalam demokrasi serta penerapan asas pemilu di lingkungan sekolah.
Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih KPU NTB, Agus Hilman menjelaskan bahwa demokrasi menempatkan rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi. Dalam konteks pemilu, demokrasi menjadi sarana untuk mewujudkan kedaulatan rakyat sekaligus memilih pemimpin dengan prinsip one person, one vote, one value.
Hilman juga menekankan pentingnya kebebasan berpendapat sebagai bagian dari demokrasi. Setiap orang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat tanpa rasa takut atas ancaman. Anak muda diharapkan penting untuk memahami hal tersebut.
“Anak muda memiliki posisi penting dalam kehidupan demokrasi. Pemuda merupakan generasi yang akan mewarisi dan menjalankan sistem demokrasi di masa depan. Karena itu, siswa perlu memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi dan terlibat dalam berbagai aktivitas demokrasi,” ujar Hilman pada Kamis (10/9).
Ia mengajak para siswa-siswi SMAN 1 Mataram untuk memahami bahwa demokrasi dapat dipraktikkan mulai dari lingkungan sekolah. Seperti ikut terlibat dalam kegiatan OSIS, kegiatan ekstrakurikuler, diskusi, debat, hingga penggunaan media sosial dapat menjadi ruang bagi siswa untuk menyampaikan aspirasi.
“Pemilihan Ketua OSIS disebut sebagai laboratorium demokrasi nyata bagi siswa karena menjadi ruang untuk mempraktikkan asas pemilu, yakni langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil,” kata Hilman.
Terakhir ia meminta melalui ko-kurikuler Pendidikan Demokrasi ini, siswa tidak hanya diajak memahami konsep demokrasi dan pemilu. Tetapi juga melihat bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.
Dalam Pendidikan Pemilih oleh KPU NTB tersebut diikuti dengan sangat antusias oleh siswa-siswi SMAN 1 Mataram. Mereka secara gamblang bertanya terkait dengan Isu kepemiluan, isu Demontrasi hingga Program pemerintah yang berdampak langsung ke para siswa. (ndi).



