KOMISI II DPRD Kota Mataram mendorong Dinas Pariwisata Kota Mataram tidak hanya fokus pada pembangunan dan penyelenggaraan event, tetapi juga memperkuat pemeliharaan berbagai spot wisata dan taman yang ada di daerah tersebut.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Siti Fitriani Bakhreisyi, mengatakan pemeliharaan menjadi hal penting agar berbagai fasilitas wisata tetap layak, nyaman dan dapat dimanfaatkan masyarakat maupun wisatawan.
“Kami mendorong Dinas Pariwisata terhadap pemeliharaan fasilitas. Jangan hanya menganggarkan untuk pembangunannya, setelah itu pemeliharaannya kita lalai,” ujarnya kepada Suara NTB, kemarin.
Menurut Pipit, sapaan karbanya, pemerintah perlu memiliki data lengkap mengenai seluruh spot maupun taman wisata di Kota Mataram. Data tersebut mencakup kondisi fasilitas, kerusakan, kebutuhan anggaran perbaikan hingga status pengelolaan masing-masing destinasi.
Politisi Nasdem ini meminta agar anggaran pemeliharaan destinasi diberikan porsi yang jelas. Menurutnya, penyelenggaraan event tetap diperlukan, namun jangan sampai mengesampingkan kebutuhan perawatan fasilitas wisata.
“Kurangi event-event yang ada dan harus ada porsi yang jelas untuk maintenance destinasi kita,” katanya.
Pipit juga mendorong penerapan konsep “taman hidup” di Kota Mataram. Taman wisata, kata dia, tidak cukup hanya memiliki tampilan fisik yang baik, tetapi harus dihidupkan melalui aktivitas masyarakat, UMKM, komunitas, olahraga, seni, kuliner hingga kegiatan keluarga yang berlangsung secara rutin.
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Taman Loang Baloq. Menurutnya, kawasan tersebut merupakan salah satu wajah wisata Kota Mataram sehingga kondisi fasilitasnya harus menjadi evaluasi.
“Kalau masih ada sangkar burung yang tidak terawat, lapak kosong, dan fasilitas yang mulai rusak, maka ini harus menjadi evaluasi,” tegas anggota dewan dari daerah pemilhan Selaparang ini.
Pipit menegaskan, Komisi II tidak meminta Dinas Pariwisata menghentikan event. Namun, penyelenggaraan event dan pengelolaan destinasi harus berjalan beriringan agar daya tarik wisata Kota Mataram tidak hanya muncul saat kegiatan besar.
“Yang kita jual kepada wisatawan bukan hanya event, tapi pengalaman ketika mereka berada di destinasi Kota Mataram,” pungkasnya. (fit)



